Satu Penyesalan Wijnaldum Saat Tinggalkan Liverpool

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 25 Mei 2021 13:50 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - MAY 23: Georginio Wijnaldum of Liverpool is presented with a framed print after the Premier League match between Liverpool and Crystal Palace at Anfield on May 23, 2021 in Liverpool, England. A limited number of fans will be allowed into Premier League stadiums as Coronavirus restrictions begin to ease in the UK. (Photo by Alex Livesey/Getty Images)
Georginio Wijnaldum menyesal tinggalkan Liverpool tanpa trofi di musim terakhir (Getty Images/Alex Livesey)
Liverpool -

Georginio Wijnaldum bangga dengan segala pencapaiannya di Liverpool. Tapi, ada satu yang mengganjal saat pergi meninggalkan klub. Apa itu?

Wijnaldum baru saja melakoni laga pamungkasnya bareng Liverpool saat mengalahkan Crystal Palace 2-0 di Anfield, Minggu (23/5/2021) malam WIB. Hasil itu membuat Liverpool finis posisi ketiga dan lolos ke Liga Champions.

Pada pertandingan itu, Wijnaldum jadi kapten dan digantikan oleh James Milner pada menit ke-79. Saat meninggalkan lapangan, Wijnaldum mendapat sambutan meriah dari 10 ribu pendukung Liverpool yang ada di stadion.

Tak cuma itu, setelah pertandingan usai, diadakan seremoni untuk melepas pemain asal Belanda tersebut. Wijnaldum memang tak lagi memperpanjang masa tinggalnya di Liverpool setelah lima tahun di sana.

Tidak ada kata sepakat soal kontrak baru karena Wijnaldum meminta kenaikan gaji, yang sulit dipenuhi manajemen. Meski berakhir seperti ini, Wijnaldum tetap meninggalkan Liverpool dengan kepala tegak.

Tapi, ada satu penyesalan yang mungkin akan sulit dilupakan Wijnaldum, karena gagal memberikan trofi untuk Liverpool di musim terakhirnya. Berstatus juara Liga Inggris, Liverpool menjalani musim 2020/2021 dengan naik-turun.

Badai cedera dan performa buruk sebagian besar pemain membuat Liverpool jeblok, sebelum bangkit di dua bulan terakhir dan lolos ke Liga Champions.

"Saya sangat senang kami masih bisa bangkit dan lolos ke Liga Champions," ujar Wijnaldum di situs resmi klub.

"Saya rasa klub pantas mendapatkannyam fans juga, sekaligus para pemain. Tapi di satu sisi, menyedihkan karena ini bakal jadi laga terakhir untuk klub," sambungnya.

"Satu-satunya penyesalan saya mungkin adalah tidak bisa pergi dengan trofi dari klub. Jika ada, itu akan sangat-sangat bagus untuk saya, fans, dan semuanya."

"Tapi, semua orang tahu betapa sulitnya musim kami kali ini. Saya tetap senang bisa membawa Liverpool lolos ke Liga Champions sebelum pergi." tutup Gini Wijnaldum.

(mrp/cas)