Tiga Alasan Conte Gagal Latih Tottenham Hotspur

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 07 Jun 2021 22:00 WIB
MILAN, ITALY - MAY 23: Coach Antonio Conte of FC Internazionale  during the Serie A match between FC Internazionale Milano and Udinese Calcio at Stadio Giuseppe Meazza on May 23, 2021 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors (Photo by Mattia Ozbot/Getty Images)
Tiga alasan Antonio Conte gagal latih Tottenham Hotspur (Getty Images/Mattia Ozbot)
London -

Tottenham Hotspur harus gigit jari karena gagal menggaet Antonio Conte. Ada tiga alasan mengapa Lilywhites tidak bisa memenuhi impiannya tersebut.

Tottenham memang sedang mencari manajer baru usai memecat Jose Mourinho akhir April lalu. Tottenham tak mau lagi tertinggal dari rival-rivalnya musim depan.

Maka dari itu, manajer top pun jadi incaran klub London Utara tersebut. Nah, kebetulan Conte tersedia setelah berpisah dari Inter Milan usai Serie A 2020/2021 berakhir.

Conte pun menyambut dengan tangan terbuka pendekatan Tottenham dan bersedia bernegosiasi. Padahal Tottenham di saat bersamaan diisukan akan mendekati Mauricio Pochettino.

Rumor itu makin menguat karena Tottenham juga mendekati Fabio Paratici untuk dijadikan direktur sepakbola, setelah kontraknya habis di Juventus. Paratici dan Conte pernah bekerja bareng di Juventus.

Tapi, harapan Tottenham mendatangkan Conte cuma sebatas angan-angan. Sebab Conte tidak mencapai kata sepakat sehingga mundur dari proses negosiasi tersebut.

Padahal Paratici kabarnya sudah selangkah lagi teken kontrak. Lalu, apa yang jadi alasan Conte menolak penawaran Tottenham? Dikutip The Athletic, ada tiga hal yang membuat Tottenham mundur.

Pertama, Conte meminta gaji tinggi kepada Tottenham yakni sekitar 12 juta paun. Sementara, Chairman Daniel Levy cuma sanggup 9-10 juta paun, sehingga ada selisih tiga juta paun yang jadi penghalang.

Yang kedua, Conte meminta budget transfer besar untuk membuat Tottenham jadi kandidat juara dan bukan sekadar bersaing di empat besar. Conte melihat skuat Tottenham belum cukup kuat bersaing.

Levy malah lebih condong untuk memberdayakan pemain akademi Tottenham, yang bersebrangan dengan misi juara Conte. Friksi ini juga yang membuat Conte cabut dari Inter.

Terakhir, Tottenham hanya mengizinkan Antonio Conte membawa maksimal empat staf pelatih. Sementara, Conte punya sembilan staf pelatih selama melatih Inter, salah satunya adalah adiknya Gianluca Conte dan juga Cristiani Stellini yang jadi asistennya.

Antonio Pintus yang jadi pelatih pelatih fisik Inter selama dua tahun kini balik ke Real Madrid.

(mrp/cas)