Antonio Conte Menolak Zona Nyaman

Bayu Baskoro - Sepakbola
Minggu, 06 Jun 2021 13:10 WIB
MILAN, ITALY - FEBRUARY 28: Antonio Conte of FC Internazionale reacts during the Serie A match between FC Internazionale and Genoa CFC at Stadio Giuseppe Meazza on February 28, 2021 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Antonio Conte semasa menangani Inter Milan. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Milan -

Antonio Conte merefleksikan pengalamannya saat ditunjuk melatih Inter Milan. Allenatore 51 tahun itu memilih La Beneamata karena tak mau berada di zona nyaman.

Conte resmi berpisah dari Inter pada akhir musim 2020/2021. Mantan manajer Chelsea itu meninggalkan Giuseppe Meazza dengan prestasi mengantarkan Si Ular menjadi kampiun Liga Italia.

Titel Scudetto diraih Conte pada musim keduanya menangani Inter. Conte sedianya terikat kontrak hingga 2022, namun dia memutuskan mundur setelah adanya perbedaan pendapat dengan klub terkait belanja pemain.

Kendati sudah berpisah dengan Inter Milan, namun Antonio Conte tak menyesal membesut Romelu Lukaku dkk selama dua musim. Menurutnya, La Beneamata adalah pengalaman paling sulit yang pernah dia hadapi di dunia kepelatihan.

Sebelum menangani Inter, Conte pernah merajut sukses kala menukangi tim-tim langganan juara seperti Juventus dan Chelsea. Kisah berbeda justru dialami Nerazzurri yang nirgelar sejak 2011.

"Saya pikir saya adalah orang yang tidak puas dengan situasi 'nyaman'. Inter mewakili keputusan yang paling sulit," kata Conte kepada DAZN, dilansir dari La Gazzetta dello Sport.

"Ketika saya menandatangani proyek itu tiga tahun, fakta bahwa saya memenangkan trofi di tahun kedua adalah sesuatu yang hebat," dia menambahkan.

"Momen yang paling menentukan yakni saat menyalip AC Milan, sebab saat itu anda ditekan dan berubah dari pemburu menjadi buruan. Ada sedikit kecemasan di puncak klasemen, tapi kami justru melaju terus. Dari situ lawan di belakang kami kesulitan karena dia melihat tim di depannya menang terus," pungkasnya.

Posisi Antonio Conte sebagai pelatih Inter Milan kemudian digantikan oleh Simone Inzaghi. Eks juru taktik Lazio itu diikat kontrak selama dua tahun di Giuseppe Meazza.



Simak Video "Pendukung Inter Timbulkan Kerumunan Saat Rayakan Scudetto"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/pur)