Man City Diragukan Bakal Tebus Harry Kane karena...

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 26 Jul 2021 10:50 WIB
Englands Harry Kane reacts during the Euro 2020 final soccer match between Italy and England at Wembley stadium in London, Sunday, July 11, 2021. (Facundo Arrizabalaga/Pool via AP)
Manchester City dikaitkan erat dengan Harry Kane. (Foto: AP/Facundo Arrizabalaga)
Jakarta -

Manchester City disebut-sebut jadi yang terdepan untuk merekrut Harry Kane. Tapi mantan winger City Trevor Sinclair ragu transfer itu bakal terwujud.

Manchester City terus dikaitkan dengan Harry Kane selepas kepergian Sergio Aguero. Penyerang Tottenham Hotspur tersebut mempertimbangkan masa depannya karena tak kunjung meraih trofi bareng The Lilywhites.

Namun mewujudkan kepindahan Harry Kane tak akan mudah. Tottenham mematok harga sangat tinggi, tak kurang dari 160 juta paun. Harga itu akan sulit dipenuhi apalagi di tengah situasi pandemi.

Mantan winger Man City Trevor Sinclair mengaku ragu Pep Guardiola akan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk satu pemain. Bahkan di luar pandemi pun Man City tak punya riwayat belanja sebesar itu.

Sejauh ini pembelian termahal Man City adalah Kevin de Bruyne, yang dilaporkan berkisar di harga 55 juta paun.

"Kalau Anda melihat prinsip-prinsip yang coba dipegang teguh Man City dan filosofi mereka, saya tak bisa melihat mereka menghabiskan 100 juta paun ke satu orang. Mereka tak mau membelanjakan uang sebanyak itu," kata Trevor Sinclair dikutip Football365, merujuk ke sosok Kane.

"Mereka sudah menginvestasikan banyak sejak Sheikh Mansour mengambil alih klub. Mereka dulu begitu jauh tertinggal dari yang lainnya di lapangan dan bukan cuma itu, mereka harus berinvestasi di fasilitas latihan karena Carrington ketinggalan zaman."

"Mereka tidak pernah memecahkan rekor transfer. Mereka belum pernah dekat dengan pemecahan transfer Manchester United, Arsenal, Liverpool, Chelsea. Semua klub lain membeli pemain seharga 80 atau 90 juta paun, Man City bahkan tidak mendekati itu."

"Saya rasa itu bukan kebetulan, itu direncanakan. Mereka baru memenangi liga. Mereka tidak menjuarai Liga Champions bukan karena kurang kualitas juga, itu karena mereka bikin kesalahan-kesalahan," imbuhnya.

(raw/krs)