Fabio da Silva dan Cerita Omelan Salah Sasaran Alex Ferguson

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 30 Jul 2021 14:40 WIB
WOLVERHAMPTON, ENGLAND - MARCH 18:  Fabio Da Silva (L) and Rafael Da Silva during the Barclays Premier League Match between Wolverhampton Wanderers and Manchester United at Molineux on March 18, 2012 in Wolverhampton, England.  (Photo by Scott Heavey/Getty Images)
Eks manajer MU Sir Alex Ferguson pernah salah sasaran mengomeli Fabio da Silva. (Foto: Getty Images/Scott Heavey)
Manchester -

Fabio da Silva mengungkap cerita lucu di ruang ganti Manchester United. Fabio pernah diamuk eks manajer MU Sir Alex Ferguson, yang ternyata salah sasaran!

Selama menjabat sebagai manajer MU di antara 1986 hingga 2013, Ferguson dikenal menerapkan 'hairdryer treatment' kepada para pemainnya. Hairdryer treatment itu frase yang berarti amukan Ferguson di ruang ganti ketika pemain-pemainnya berbuat salah dalam pertandingan.

Nah, ada suatu momen ketika semburan Alex Ferguson itu justru berubah menjadi tawa. Fabio da Silva mengungkapkan bahwa Ferguson mengomeli dirinya padahal seharusnya ditujukan untuk saudara kembarnya, Rafael da Silva.

"Ketika kami tiba dari Brasil, tidak ada yang bisa membedakan kami," kata Fabio kepada the Athletic. "Anda akan tiba di tempat latihan dan dalam rentang beberapa menit, orang-orang akan mengatakan 'selamat pagi' dua kali."

"Anda sudah mengatakan 'selamat pagi' kepada orang yang sama pada beberapa menit sebelumnya dan sekarang mereka mengatakannya lagi. Kemudian tibalah omelan salah sasaran itu."

"Saat itu aku mengaku tidak bersalah dan dia menjadi lebih marah sesaat sebelum dia menyadari bahwa seluruh ruang ganti hening karena aku mengatakan yang sebenarnya. 'Oh, f*cking hell' kata dia saat itu, dan kemudian semua orang tertawa terbahak-bahak. Dia pun demikian," kenang Fabio.

Fabio dan Rafael didatangkan bersamaan ke MU dari Fluminense pada musim panas 2008. Dengan postur dan wajah yang identik, saudara kembar itu memang sulit dibedakan.

Kondisi itu kadang dimanfaatkan mereka untuk menjahili staf pelatih dan rekan-rekan setimnya seperti saat Rafael memakai cincin kawin kembarannya itu agar dikira Fabio. Da Silva bersaudara juga membuat bingung staf Manchester United karena memilih berbagi kamar hotel meski awalnya diberikan kamar sendiri-sendiri.

"Setelah beberapa bulan, mereka baru sadar bahwa kami cuma memakai satu kamar. Kupikir orang-orang tidak bisa memahaminya, 'mengapa sih mereka berbagi kamar?'. Manajer bahkan menanyakan soal ini. Jadi kami menjelaskan bahwa kami lebih senang seperti ini. Setelah itu mereka mulai menempatkan kami di kamar yang sama," ungkap Fabio da Silva, yang kini memperkuat Nantes.

(rin/krs)