Chelsea Harus Kalem dan Tak Terganggu Ekspektasi

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Minggu, 22 Agu 2021 22:20 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 14: Christian Pulisic of Chelsea celebrates with teammate Mason Mount after scoring their sides second goal during the Premier League match between Chelsea and Crystal Palace at Stamford Bridge on August 14, 2021 in London, England. (Photo by Eddie Keogh/Getty Images)
Chelsea dijagokan juara Premier League 2021/2022. (Foto: Getty Images/Eddie Keogh)
Jakarta -

Kiprah musim lalu bersama Thomas Tuchel menjadikan Chelsea kandidat kuat juara Premier League musim ini. Tuchel percaya Chelsea mesti tetap tenang.

Sejak jabatan manajer diambil alih oleh Thomas Tuchel pada Januari 2021 lalu, Chelsea menanjak. The Blues bangkit di Premier League dan finis di posisi empat, setelah sempat tercecer hingga urutan sembilan.

Chelsea juga menjejak dua final. Jorginho dkk kandas di final Piala FA, tapi berjaya di final Liga Champions. Rangkaian sukses inilah yang bikin Chelsea dijagokan menjadi pesaing terdekat Manchester City selaku juara bertahan Liga Inggris.

Apalagi pemilik klub, Roman Abramovich, mendukung penuh penguatan skuad dengan pembelian Romelu Lukaku senilai 98 juta paun. Komposisi tim Chelsea saat ini dianggap sudah komplet untuk mengejar trofi Premier League.

Thomas Tuchel menyadari ada ekspetasi besar yang diemban timnya sekarang. Tapi menurutnya tak ada gunanya buat kubu Chelsea membahas peluang atau target yang diincar sementara musim baru dimulai.

"Kami menaikkan tolok ukurnya. Itu menciptakan ekspektasi, menciptakan tuntutan, tapi saya harap kami tak terlalu terpengaruh hal dari luar tersebut. Saya tahu apa yang saya tuntut dari diri saya, yakni selalu mencapai level tertinggi," katanya dikutip Sky Sports.

"Saya tahu kemampuan tim ini, mereka sangat ambisius, sangat kompetitif. Rasanya kami harus jujur, menerima fakta bahwa kami finis keempat musim lalu, jadi harus menutup jarak dengan Liverpool, Manchester United, dan Manchester City."

"Jadi untuk membicarakan 'apa sukses di bulan Mei nanti?' ini sungguh tidak mungkin dan kalau kami mencoba, akan menjadi gangguan saja. Tapi kami tetap menuntut yang terbaik dan ingin bermain dengan rasa lapar, dengan ambisi yang sama, tidak ada yang berubah," sambung Thomas Tuchel.

(raw/krs)