Arsenal Saat Ini Bikin Prihatin Mantan Pemain

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 23 Agu 2021 16:03 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 22: Romelu Lukaku of Chelsea competes for a header with Bernd Leno, Rob Holding and Albert Sambi Lokonga of Arsenal during the Premier League match between Arsenal and Chelsea at Emirates Stadium on August 22, 2021 in London, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Arsenal kalah 0-2 dari Chelsea di Emirates Stadium. (Foto: Getty Images/Shaun Botterill)
Jakarta -

Start Arsenal musim ini bikin mantan pemainnya, Bacary Sagna, khawatir. Sagna bahkan mengakui setiap kali menonton The Gunners, ia sulit optimistis.

Arsenal kalah di dua pekan pertama Premier League musim ini. Setelah dibungkam tim promosi, Brentford, Arsenal lantas ditaklukkan Chelsea di kandang sendiri.

Kini Meriam London terbenam di posisi 19 Liga Inggris. Start buruk ini tak ayal memicu kritik, salah satunya soal perekrutan.

Arsenal menghabiskan sekitar 127 juta paun, atau hampir 150 juta euro, untuk belanja pemain di musim panas ini. Mereka mengeluarkan 50 juta paun untuk Ben White, 34 juta paun untuk Martin Odegaard, 30 juta paun buat Aaron Ramsdale, lalu masing-masing 17,2 dan 6,8 juta paun untuk Albert Sambi Lokongan dan Nuno Tavares.

Ben White dan Aaron Ramsdale jadi rekrutan tertua di usia 23 tahun. Bacary Sagna percaya manajemen gagal melihat kebutuhan tim, yakni sosok pemimpin yang punya pengalaman besar.

"Ketika saya menyaksikan Arsenal sekarang, jujur saja, saya tahu mereka akan kalah di banyak kesempatan, bahwa sesuatu akan terjadi, bahwa kami akan kebobolan gol bodoh," katanya kepada RMC Sport dikutip Metro.

"Bagaimana bisa Anda menghabiskan 150 juta euro dan hanya mendatangkan pemain-pemain muda? Itu mungkin bagus buat masa depan, tapi seseorang harus memikirkan soal masa kini."

"Ketika saya bermain dulu, siapapun akan antusias untuk gabung Arsenal, sekarang kami kehilangan DNA. Mungkin kami punya pemain-pemain dengan karakter, tapi mereka belum memenangi apapun."

"Sekarang ini kalian tahu kan bagaimana sikap pemain-pemain muda. Sejumlah pemain senior memberi tahu sesuatu, mereka menjawab 'kamu sudah memenangi apa?'. Seorang pemain yang sudah memenangi titel-titel bahkan tak perlu bicara apapun untuk didengarkan," imbuhnya.

(raw/krs)