Premier League Dukung Klub Tak Lepas Pemain di Jeda Internasional

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 25 Agu 2021 07:00 WIB
LEEDS, ENGLAND - APRIL 19: A detailed view of the Premier League logo on the sleeve of Andrew Robertson of Liverpool shirt during the Premier League match between Leeds United and Liverpool at Elland Road on April 19, 2021 in Leeds, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by Lee Smith - Pool/Getty Images)
Premier League dukung klub tidak lepas pemainnya di jeda internasional (Getty Images/Pool)
London -

Banyak klub Inggris yang tidak mau melepas pemainnya di jeda internasional bulan depan. Premier League pun mendukung penuh keputusan klub.

Premier League dan kompetisi Eropa lainnya akan rehat sementara di awal September, mengingat adanya jeda internasional selama dua pekan.

Jeda internasional itu termasuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan dan juga Kualifikasi Piala Afrika 2022. Kebetulan ada banyak pemain dari negara-negara di zona tersebut yang main di Premier League.

Beberapa klub pun langsung ambil ancang-ancang untuk menahan pemainnya. Sebut saja Liverpool yang tidak mengizinkan Mohamed Salah dan Sadio Mane terbang ke Afrika, lalu ada juga trio Brasil Roberto Firmino, Fabinho, dan Alisson Becker.

Sebab negara tujuan para pemain tersebut masuk dalam daftar merah pemerintah Inggris terkait pandemi virus corona. Jika mereka membela negaranya masing-masing, maka harus menjalani karantina 10 hari sekembalinya ke Inggris, sekalipun hasil swab tesnya negatif.

Itu artinya Salah dkk. akan absen di tiga laga, dua di Liga Inggris dan satu di Liga Champions. Liverpool sudah pasti tidak mau dan mereka pun kini tengah tarik-ulur dengan federasi tempat timnas bernaung.

Rupanya langkah Liverpool itu diikuti oleh sejumlah tim Inggris seperti Manchester City, Everton, Manchester United, Aston Villa, dan Chelsea yang punya pemain dari Afrika serta Amerika Latih.

Tentu saja mereka tak mau dirugikan ketika para pemain andalannya absen. Aksi ini pun mendapat dukungan penuh dari Premier League selaku operator kompetisi.

Dalam pernyataan resminya, Premier League memutuskan tidak akan melepas para pemainnya ke negara yang termasuk zona merah. Disebut ada hampir 60 pemain dari 19 klub yang bakal berpergian ke 26 negara yang masuk daftar merah Inggris.

FA dan Pemerintah sejatinya sudah berdiskusi soal solusi terbaik, tapi tidak menemui titik temu. Sebab pemerintah Inggris tidak ingin kasus pandemi Covid-19 menanjak lagi di negara tersebut.

"Klub-klub Premier League selalu mendukung para pemainnya yang ingin memperkuat negaranya - ini adalah soal kebanggaan. Tapi, klub saat ini tidak mau melepas para pemainnya sebab kondisinya memang tidak memungkinkan," ujar CEO Premier League Richard Masters di ESPN.

"Periode karantina yang dijalani akan merugikan pemain dari sisi kebugaran dan kesejahteraan mereka. Kami paham bahwa tantangan di jeda internasional saat ini semakin berat dan selalu terbuka untuk mencari solusinya."

FIFA pun langsung turun tangan untuk mencari solusi bersama dengan negara dan klub yang bersangkutan.

(mrp/raw)