Eks Pelatih Man City Puji Roberto Mancini, Sindir Pep Guardiola

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 18 Sep 2021 01:05 WIB
Roberto Mancini, Pep Guardiola
Mancini dan Guardiola. Foto: Pressefoto Ulmerullstein bild via Getty Images
Jakarta -

Sven-Goran Eriksson memberi pendapatnya soal dua penerusnya di Manchester City, yakni Roberto Mancini dan Pep Guardiola. Nama pertama dipuji setinggi langit, sedangkan nama kedua diberi sindiran halus.

Baru-baru ini, pria 73 tahun itu diwawancarai The Italian Football Podcast mengenai berbagai hal, termasuk soal Mancini dan Guardiola. Mancini, yang dulu mengantar Man City juara Liga Inggris 2012 dan baru saja membawa Italia juara Euro 2020, dulunya adalah anak asuh Eriksson di Sampdoria dan Lazio.

"Saya bisa bicara seharian soal Mancini. Saya tahu dia akan menjadi pelatih bagus sejak 20-25 tahun silam, saat dia masih bermain. Kalau ada seseorang yang saya tahu akan menjadi pelatih, itu adalah dia karena pikirannya selalu dipenuhi sepakbola. Selalu begitu sejak dia masih 20 tahun," ujar Eriksson dalam siniar tersebut, dikutip Football Italia.

MELBOURNE, AUSTRALIA - FEBRUARY 24:  Shanghai Sipg coach Sven-Göran Eriksson looks on prior to the AFC Asian Champions League match between Melbourne Victory and Shanghai Sipg at AAMI Park on February 24, 2016 in Melbourne, Australia.  (Photo by Robert Cianflone/Getty Images)Sven-Goran Eriksson. Foto: Getty Images/Robert Cianflone

"Tidak heran jika dia memainkan sepakbola yang indah, karena segala yang dia lakukan selalu elegan, begitu juga caranya melatih dan bersikap. Jadi dia tak cuma menang, tapi dengan cara yang berkelas."

"Italia asuhannya bagus dalam penguasaan bola, tapi juga bermain direct. Saat memenangi bola, mereka kemudian menyerang dan terus menyerang," jelas pria asal Swedia itu soal Mancini.

Sementara itu, Guardiola adalah pelatih tersukses di Man City jika berbicara soal raihan gelar. Hanya dia yang mampu mengantarkan The Citizens menjuarai Liga Inggris sampai tiga kali dan menembus final Liga Champions.

Eriksson tak meragukan kualitas Guardiola. Tapi ia pun sepakat dengan stigma yang selama ini melekat kepada entrenador asal Spanyol itu, bahwa timnya sukses karena memiliki back-up dana yang kuat.

"Pep Guardiola adalah yang terbaik di dunia, tapi tak sulit memenangi gelar ketika kami menghabiskan banyak uang," kata Eriksson.

Eriksson dikenal sebagai salah satu pelatih sukses di Italia, terutama saat memenangi 7 trofi di Lazio pada 1997-2001. Selepas meninggalkan Biancoceleste, ia melatih di banyak tempat, termasuk Timnas Inggris (2001-2006) dan Manchester City (2007-08) yang saat itu dimiliki eks perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.

Di masanya, Lazio asuhan Eriksson juga dikenal berbelanja banyak bintang di setiap musim, membuat timnya mampu bersaing dengan kekuatan tradisional seperti AC Milan, Juventus, dan Inter Milan.

(adp/bay)