ADVERTISEMENT

Target Tinggi Newcastle United: Jadi Penguasa Inggris dan Eropa

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 08 Okt 2021 14:20 WIB
LIVERPOOL, UNITED KINGDOM - APRIL 22: Chief Negotiator of Dubai International Capital Amanda Staveley looks on prior to the UEFA Champions League Semi Final, first leg match between Liverpool and Chelsea at Anfield on April 22, 2008 in Liverpool, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Direktur Newcastle United, Amanda Staveley. Foto: Getty Images/Shaun Botterill
Jakarta -

Newcastle United memasang target tinggi usai resmi diakuisisi konsorsium yang didanai Public Investment Fund (PIF) dari Arab Saudi. The Magpies ingin menjadi raja sepakbola Inggris dan Eropa di masa depan.

Demikian pernyataan dari Amanda Staveley, direktur Newcastle yang baru. Pebisnis 48 tahun itu mengakui jalan menuju ke sana tak mudah dan butuh proses. Namun dengan kekuatan uang dan manajemen baru yang lebih ambisius, probabilitas ke arah sana menjadi lebih tinggi.

"Newcastle United berhak berada di papan atas Premier League. Kami ingin mencapai ke sana. Perlu waktu memang, tapi hal itu akan tercapai," ujar Staveley kepada Sky Sports.

"Kami bangga menjadi bagian dari Premier League. Ini adalah liga yang luar biasa kompetitif, yang jelas kami suka. Premier League adalah yang terbaik di dunia, dan Newcastle United adalah tim terbaik di dunia."

"Kami ingin meraih banyak trofi, itu jelas. Baik di Inggris ataupun di Eropa. Tapi untuk menuju ke sana, butuh kesabaran, investasi, waktu. Kami ingin semua orang bekerja dengan kami, membangun klub bergerak maju ke arah yang diperlukan," jelas Staveley.

Proses akuisisi Newcastle diresmikan pada Kamis (7/10) kemarin waktu Inggris. Pemilik lama Newcastle Mike Ashley sejatinya sudah bersedia menjual klub sejak April 2020, namun dihalangi otoritas Premier League karena sejumlah masalah, mulai dari ketidakjelasan siapa pengambil keputusan utama hingga soal pembajakan siaran olahraga di Arab Saudi.

Kini, Newcastle United sudah resmi dilepas Ashley dengan harga 300 juta Pound. The Magpies pun bertekad menghapus dahaga trofi yang sudah berlangsung sejak 1955.

(adp/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT