Mike Ashley Jual Newcastle demi Kebaikan Klub

Putra Rusdi K - Sepakbola
Jumat, 08 Okt 2021 18:30 WIB
Soccer Football - Premier League - Newcastle United v Manchester City - St James Park, Newcastle, Britain - January 29, 2019  A fan holds a sign in protest against Newcastle United owner Mike Ashley before the match     Action Images via Reuters/Lee Smith  EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or
Mike Ashley buka suara soal keputusannya menjual Newcastle United (Foto: Lee Smith/REUTERS)
Newcastle -

Mantan pemilik Newcastle United, Mike Ashley, buka suara akhirnya rela menjual The Magpies. Ia mengatakan hal ini demi kebaikan Newcastle.

Public Investment Fund (PIF) resmi mengakuisisi Newcastle, Kamis (7/10/2021) malam WIB. Perusahaan kepunyaan Pengeran Arab Saudi Mohammed bin Salman itu membeli The Toon Army dari Supremo Sports Direct yang dimiliki Mike Ashley. PIF dilaporkan harus mengeluarkan dana 305 miliar paun untuk membeli Newcastle.

Hal ini sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Ashley selama 14 tahun di klub asal Tyneside tersebut. Para fans Newcastle bersuka cita di depan markas klub kesayangan mereka, St James Park, merayakan lengsernya Ashley.

Para fans Newcastle membenci Ashley karena pria 57 tahun ini dianggap pelit dalam mengeluarkan uang di bursa transfer. Ashley juga dinilai tak punya visi untuk mengembangkan Newcastle. Terbukti, Newcastle dua kali terdegradasi ke Divisi Championship di bawah Ashley pada musim 2009/2010 dan 2016/2017.

Ashley kini akhirnya buka suara terkait keputusannya mau merelakan Newcastle diambil alih oleh pihak lain. Ia mengatakan langkah ini dilakukannya demi Newcastle yang lebih baik.

"Harus diketahui, saya menerima tawaran yang lebih tinggi untuk klub daripada yang saya terima ini. Tawaran itu datang dari sosok yang terkemuka dari kredibel," ujar Mike Ashley dikutip dari The Sun.

"Namun, saya merasa tawaran yang kami terima dari pemilik baru saat ini akan memberikan yang terbaik untuk Newcastle United," jelasnya.

Ashley juga berterima kasih kepada para fans yang terus mendesaknya untuk menjual Newcastle. Ia menyadari bahwa para fans semakin frustrasi melihat Newcastle di bawah kepemimpinannya.

"Saya sudah tahu untuk beberapa waktu terakhir bahwa banyak fans Newcastle frustrasi oleh situasi dan mendukung perubahan. Oleh karena itu saya merasa bahwa saya berutang kepada para fans untuk berjuang mati-matian selama 18 bulan terakhir atau lebih untuk membuat ini akhirnya terjadi," tambahnya.

(pur/krs)