Ini Alasan Guardiola Rekrut Grealish meski Lini Serang Sudah Sesak

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 19 Okt 2021 19:03 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - OCTOBER 03: Jack Grealish of Manchester City looks on during the Premier League match between Liverpool and Manchester City at Anfield on October 03, 2021 in Liverpool, England. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Grealish menjadi pemain andalan Guardiola di musim ini. Foto: Getty Images/Michael Regan
Jakarta -

Manajer Manchester City Pep Guardiola mengungkapkan alasannya merekrut Jack Grealish di musim panas lalu. Ia ingin ada persaingan ketat di lini serang timnya.

Grealish dibeli mahal oleh Man City dari Aston Villa, tepatnya 100 juta Pound. Sejauh ini, gelandang 26 tahun ini sudah bermain 10 kali di seluruh ajang, mencetak dua gol dan dua assist.

Pria kelahiran Birmingham tersebut dikenal versatile dan bisa bermain di berbagai posisi, mulai dari sayap kiri, penyerang tengah, hingga gelandang serang. Namun selama ini ia lebih banyak bermain di kiri, termasuk di bawah arahan Guardiola.

Datangnya Grealish ke Man City sebetulnya juga menimbulkan pertanyaan. Dengan skuad mumpuni yang mampu memenangi tiga trofi Liga Inggris dan sekali masuk final Liga Champions dalam 4 tahun terakhir, apa yang diharapkan Guardiola darinya?

Terlebih pelatih berkepala plontos itu banyak memainkannya di sisi kiri, posisi yang sebetulnya tak kekurangan stok. Ada Phil Foden dan Raheem Sterling yang bisa bermain di sana.

"Kualitas di sepertiga terakhir lapangan, kemampuannya menarik banyak pemain, bisa menemukan posisi rekan setim, dan mencetak gol untuk memenangi laga," ujar Guardiola saat ditanya mengapa ia merekrut Grealish, seperti dikutip Mirror.

"Kami menambah satu pemain lagi karena kami tampil di banyak kompetisi. Usia dia sempurna. Ketika sebuah klub bertarung di level tinggi selama bertahun-tahun, skuadnya harus terus diubah meski sedikit, kalau tidak situasinya akan lebih sulit."

"Semua pemain harus merasakan tekanan dari mereka yang baru masuk. Kami harus melakukannya, semua klub-klub besar menggerakkan pemain-pemainnya. Semua orang berkualitas, terus berlari, dan secara bertahan bergantung pada hal tersebut."

"Kualitas datang dengan sendirinya. Inilah yang kami inginkan dari Jack dan pemain-pemain lain yang kami rekrut," jelas Guardiola.

Hadirnya Grealish sejauh ini sukses membuat Sterling gerah. Ia kini harus merelakan posisi sayap kiri lebih banyak diisi oleh Grealish, yang sudah 8 kali bermain di posisi tersebut, sementara Sterling baru 5 kali.

(adp/krs)