Newcastle Tandang ke Palace, 'Disambut' Banner Anti-PIF

Bayu Baskoro - Sepakbola
Minggu, 24 Okt 2021 09:40 WIB
Suporter Crystal Palace membentangkan banner penolakan akuisisi Newcastle United oleh Public Investmen Fund di Selhurst Park, London, Sabtu 23 Oktober 2021.
Spanduk anti-PIF di laga Crystal Palace vs Newcastle United. (Foto: dok. Holmesdale Fanatics)
London -

Newcastle United mendapat 'sambutan' tak biasa di markas Crystal Palace. Fans tuan rumah membentangkan spanduk penolakan akuisisi The Magpies oleh PIF!

Newcastle bertandang ke kandang Palace, Selhurst Park, dalam matchday kesembilan Liga Inggris, Sabtu (23/10/2021) malam WIB. Ada pemandangan menarik dari tribun penonton tepat sebelum kick-off digelar.

Sebuah spanduk besar bergambar laki-laki yang memakai sorban dan gamis ala Timur Tengah dibentangkan suporter Palace. Sosok tersebut digambarkan memegang pedang berdarah dan terdapat tulisan "P.I.F" di bagian perutnya.

Di sebelah gambar laki-laki itu terdapat gambar pria kulit putih mengenakan jas biru dengan logo Premier League. Ada daftar kejahatan yang diberi centang merah di belakangnya, plus tumpukan uang dengan darah pada bagian depan.

Menukil Sport Bible, spanduk itu dibentangkan kelompok penggemar Crystal Palace bernama Holmesdale Fanatics. Spanduk itu merupakan bentuk protes atas akuisisi Newcastle United yang dilakukan perusahaan Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF).

Dalam pernyataan resminya, Holmesdale Fanatic menganggap PIF sebagai alat dari rezim Saudi yang memiliki catatan hitam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). PIF memang dimiliki Mohamed Bin Salman, Pangeran Arab Saudi yang diduga terlibat pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

"Pengambilalihan Newcastle oleh Saudi telah menyebabkan penolakan dan kemarahan. Sudah sangat jelas PIF sebagai garis depan rezim tirani Saudi dan dengan mendukung hal ini, Premier League telah mempermalukan tes 'Owners and Directors' yang dibuatnya," begitu isi pernyataan resmi Holmesdale Fanatics.

"Premier League telah memilih uang ketimbang moral dan memberikan lampu hijau atas kesepakatan ini, serta melakukan bisnis dengan salah satu rezim paling berdarah dan represif di dunia. Negara yang dikontrol dengan ketakutan, di mana perempuan dijadikan warga kelas dua, hubungan sesama jenis dilarang, jurnalis dibungkam," sambungnya.

"Untuk memberikan persetujuan atas kesepakatan ini di kala Premier League tengah mempromosikan sepakbola perempuan dan berbagai inisiatif inklusif seperti pemakaian pita pelangi, menunjukkan kemunafikan total dalam permainan, serta menampilkan agenda tak berakhlak Liga dengan keuntungan di atas segalanya,".

"Newcastle, sebagai tim, kini menjadi alat cuci tangan olahraga dari tangan-tangan berdarah pemerintahan korup. Para fans delusional harus mempertimbangkan kembali realitas ketika menyuarakan 'bawa kembali klub kami'," ujarnya.

Duel Crystal Palace vs Newcastle United tetap digelar dan berakhir dengan skor sama kuat 1-1. Gol Christian Benteke pada menit ke-56 dapat disamakan oleh Callum Wilson lewat tendangan salto (65').

Tonton prediksi dan analisis big match Manchester United vs Liverpool berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



(bay/ran)