Henry Selamatkan Arsenal
Sabtu, 22 Apr 2006 21:02 WIB
London - Arsenal patut berterima kasih kepada Thierry Henry. Golnya di penghujung babak kedua membuat The Gunners lolos dari kekalahan saat menjamu Tottenham Hotspur dengan skor akhir 1-1.Hasil tersebut membuat perburuan tempat keempat masih ketat. Arsenal tetap berada satu strip di bawah rivalnya itu dengan mengantongi 58 poin, terpaut empat angka dengan Spurs.Namun kemungkinan Arsenal untuk memperkecil selisih jarak cukup besar. Pasalnya tim asuhan Arsene Wenger ini masih memiliki satu pertandingan lebih banyak dibanding Spurs yang sudah 36 kali berlaga.Jika berhasil meraih kemenangan di laga selanjutnya, yaitu melawan Sunderland di Stadium of Light (1/5/2006) akhir pekan mendatang, maka The Gunners bisa semakin merapat ke Spurs pada jarak satu poin. Namun jika skenario tersebut gagal maka peluang Arsenal mengisi tempat keempat di akhir musim akan cukup berat. Dua laga lainnya Arsenal adalah melawan Manchester City (4/5/2006) dan Wigan Athletic (7/5/2006).Langkah Arsenal juga ditentukan oleh sepak terjang Spurs sendiri. Jika 'terpeleset' dalam dua laga tersisa, maka rival sekota mereka itu pun bisa menyusulnya.Panas dan penuh kontroversiSeperti diperkirakan sebelumnya, derby London Utara di Highbury (22/4/2006) ini berlangsung panas. Kedua tim tidak mau kalah berusaha mempertahankan gengsi sebagai tim terbaik di kota mereka sendiri.Meski demikian kubu Spurs tampak dominan menguasai jalannya pertandingan di babak pertama. Sayangnya penampilan ciamik kiper Jens Lehmann di bawah mistar gawang Arsenal membuat Spurs gagal meraih keunggulan.Baru di babak kedua gol bisa tercipta. Itupun terjadi dengan penuh kontroversi. Berawal dari tabrakan dua pemain Arsenal di tengah lapangan, yaitu Emmanuel Eboue dan Gilberto Silva, Michael Carrick yang mendapat bola langsung memberikan kepada Edgar Davids.Di sinilah kontroversi berawal ketika Eboue terlihat mengerang kesakitan di tengah lapangan, bola tidak dibuang pemain Spurs. Davids meneruskan serangan dan memberikan crossing kepada Robbie Keane yang langsung disonteknya ke gawang Lehmann. Spurs pun unggul 1-0 di menit ke-66.Kemarahan pun meledak sesaat setelah gol tercipta. Davids, yang dinilai kubu Arsenal sebagai biang keladi gol tersebut karena anggapan tidak menghiraukan Eboue yang kesakitan di tengah lapangan, langsung menerima caci maki serta luapan amarah dari pemain Arsenal.Arsene Wenger pun tidak ketinggalan ikut geram dengan insiden itu. Melihat rivalnya itu marah-marah, arsitek Spurs Martin Jol beranjak dari bench dan menghampiri Wenger. Adu mulut pun terjadi di antara kedua manajer itu, sampai-sampai kepala keduanya nyaris beradu. Wasit keempat pun harus turun tangan untuk melerai mereka.Untungnya Henry, yang datang masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti, sukses menyamakan kedudukan. Tendangan kaki kanan bagian luarnya di menit 84 membuat Spurs gagal meraih kemenangan di Highbury.Belum lengkap derita The White, beberapa saat setelah kebobolan dan kehilangan kesempatan meraih tiga poin, mereka harus kehilangan Davids yang dikartu merah oleh wasit. Gara-garanya gelandang asal Belanda itu melakukan pelanggaran berbahaya pada Cesc Fabregas.Insiden diusirnya Davids bukan menjadi insiden 'menarik' terakhir di laga derby London Utara itu. Setelah pertandingan usai dengan skor akhir 1-1, Wenger dan Jol tidak tampak berjabat tangan. Wenger terlihat langsung ngeloyor ke kamar ganti.Foto: Arsene Wenger dan Martin Jol saling berdebat mengenai aksi Edgar Davids yang dinilai merugikan pihak Arsenal (BBC). (ian/)











































