Conte Konfirmasi Ada 13 Kasus COVID-19 di Tottenham

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Kamis, 09 Des 2021 02:00 WIB
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 05: Davinson Sanchez of Tottenham Hotspur celebrates after scoring their sides second goal with team mates Ryan Sessegnon and Eric Dier during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Norwich City at Tottenham Hotspur Stadium on December 05, 2021 in London, England. (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)
Badai COVID-19 menerjang Tottenham Hotspur (Foto: Getty Images/Mike Hewitt)
London -

Badai COVID-19 menerjang Tottenham Hotspur. Manajer Tottenham Antonio Conte mengungkap ada 13 kasus positif, delapan di antaranya adalah pemain.

Dikabarkan sebelumnya, Premier League mengonfirmasi ada 12 kasus baru positif virus corona dalam tes yang dilakukan pada periode 25 November sampai 5 Desember 2021.

Antonio Conte mengonfirmasi delapan pemain tim utama Tottenham dinyatakan positif virus corona. Lima kasus lainnya adalah staf, termasuk anggota staf pelatih.

"Setiap hari ada tambahan kasus positif," ujar Conte seperti dilansir BBC.

"Semuanya agak takut. Mereka punya keluarga. Kenapa kami harus mengambil risiko? Inilah pertanyaan saya."

"Hari ini, dua positif. Dan besok, siapa? Saya? Saya tidak tahu. Lebih baik saya yang kena daripada pemain tentu saja, tapi saya kira ini tidak benar untuk semuanya. Kami kontak dengan keluarga kami," katanya.

Tottenham Hotspur dijadwalkan akan menjamu Rennes di matchday terakhir Grup G Conference League, Jumat (10/12/2021) dini hari WIB. Harry Kane dkk butuh kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.

Menurut peraturan UEFA, pertandingan akan ditunda jika pemain yang tersisa kurang dari 13 orang atau tidak ada kiper terdaftar yang bisa dimainkan. UEFA sendiri sejauh ini menyebut pertandingan akan tetap berjalan sesuai jadwal.

"Bicara soal sepakbola hari ini itu mustahil. Situasinya membuat saya sangat gundah," ucap Conte.

"Situasinya serius. Ada penularan besar. Kami bersiap untuk pertandingan melawan Rennes, tapi sangat sulit," katanya.

(nds/bay)