Soal Krisis COVID-19 di Liga Inggris, Arteta: Dengarkan Para Pemain!

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 23 Des 2021 08:00 WIB
LONDON, ENGLAND - OCTOBER 18: Mikel Arteta, Manager of Arsenal reacts during the Premier League match between Arsenal and Crystal Palace at Emirates Stadium on October 18, 2021 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Mikel Arteta desak agara suara pemain lebih didengarkan di tengah krisis COVID-19 Premier League. (Foto: Getty Images/Catherine Ivill)
Jakarta -

Premier League tengah digoyang krisis COVID-19, seiring merebaknya varian Omicron. Manajer Arsenal Mikel Arteta meminta suara pemain lebih didengarkan.

Akhir pekan lalu, yakni di pekan ke-18 Premier League, sebanyak enam dari total 10 pertandingan ditunda akibat merebaknya kasus COVID-19. Sky Sports melaporkan ada 90 kasus terkonfirmasi di antara para pemain dan staf pada pekan lalu, yang jadi rekor sepanjang pandemi ini.

Meski desakan untuk menghentikan dulu kompetisi sudah bermunculan, tapi Premier League berniat tetap terus lanjut. Padahal di saat yang sama, klub-klub khususnya para pemain harus melalui periode padat Natal-Tahun Baru.

Bukan semata-mata risiko penyebaran saja yang dihadapi, tapi para pemain terancam kelelahan. Sebab klub-klub sudah kehilangan banyak pemain akibat harus karantina, sehingga kesempatan merotasi pemain pun sangat tipis.

Manajer Arsenal Mikel Arteta percaya pendapat para pemain seharusnya jadi yang pertama didengar. Kapten Liverpool Jordan Henderson sebelumnya sudah menyayangkan tiadanya kepedulian terhadap kesejahteraan pemain.

"Kita harus mendengar mereka. Ada dua protagonis di permainan ini: satu adalah para pemain dan lainnya adalah para suporter. Tanpa pemain, kita tak bisa apa-apa," ungkap Arteta dikutip Sky Sports.

"Jadi kita harus benar-benar mendengar para pemain karena mereka lah yang harus ada di lapangan. Mudah buat kita untuk hadir ke lapangan dan menuntut, ketika mereka yang harus tampil dan bertanding di tengah situasi ini."

"Sama juga dengan para suporter, karena industri ini tidak akan berjalan tanpa keduanya. Jadi saya rasa kita harus jauh lebih banyak mendengar para pemain. Kalau mereka bilang bahwa tidak ada perhatian untuk kondisi pemain, itu tulus karena mereka belum pernah mengalami ini."

"Mereka selalu mencoba untuk terus bermain dan membawa liga ini ke standar tertinggi dan ketika mereka mulai berkata seperti itu, rasanya kita harus benar-benar mendengar dengan telinga terbuka karena kita tak mau merusak produk dan liga luar biasa yang kita punya ini," imbuhnya.

(raw/mrp)