ADVERTISEMENT

Pesan buat Pemain Liverpool di Afrika: Bawa Pulang Trofi Juara!

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 03 Jan 2022 13:12 WIB
LONDON, ENGLAND - JANUARY 02: Sadio Mane of Liverpool celebrates after scoring their sides first goal with team mate Mohamed Salah during the Premier League match between Chelsea and Liverpool at Stamford Bridge on January 02, 2022 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Sadio Mane dan Mohamed Salah pergi dulu ke Piala Afrika 2021 (Getty Images/Catherine Ivill)
Liverpool -

Liverpool tidak mau para pemainnya buru-buru pulang dari Piala Afrika 2021. Sebab, harus ada yang kembali sebagai juara.

Piala Afrika harus diundur dari musim panas 2020 ke Januari 2021 ini karena pandemi virus corona. Kondisi ini membuat klub-klub Eropa merugi, terutama dari Premier League.

Sebab para pemainnya harus cabut dari klub di tengah padatnya jadwal kompetisi. Liverpool tentu paling terdampak karena tiga pemain kuncinya berasal dari Benua Hitam, yakni Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Naby Keita.

Bahkan Mane dan Salah adalah mesin gol The Reds dan sempat bikin gol sebelum gabung ke timnasnya masing-masing, saat berimbang 2-2 kontra Chelsea, Minggu (2/1/2022) malam WIB.

Kehilangan Mane dan Salah tentu akan merugikan Liverpool karena tinggal Diogo Jota serta Roberto Firmino yang bisa diandalkan selama sebulan. Padahal Liverpool punya sejumlah laga berat sampai awal Februari.

Maka wajar saja kalau Liverpool berharap Senegal, Mesir, dan Guinea tidak melaju jauh sampai final. Apabila itu terjadi, maka Mane atau Salah kemungkinan baru bisa bermain pertengah Februari.

Meski demikian, Liverpool tak mau seperti itu karena justru mereka berharap salah satu dari Mane, Salah, atau Keita bisa membawa pulang trofi juara.

"Saya baru saja bilang kepada para pemain bahwa Naby, Mo, dan Sadio harus bisa memenangi trofi Piala Afrika karena itu adalah targetnya dan karier para pemain tidak panjang, sehingga mereka pantas berjuang untuk mendapatkan setiap trofi," ujar asisten manajer Liverpool Pep Linjders seperti dikutip situs resmi klub.

"Trofi itu ada di depan mata mereka - ini turnamen yang begitu luar biasa, budayanya ada di situ, dan Anda pasti bangga bermain untuk timnas, apakah itu Inggris, Jerman, atau Belanda, apapun timnasnya. Itulah yang harus mereka rasakan. Mereka adalah legenda Afrika, mereka legenda menurut saya. Tapi mereka bisa lebih besar lagi jika berhasil jadi juara Afrika, maka mereka harus coba itu," sambungnya.

(mrp/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT