Taktik Rangnick Dikritik: Ronaldo & Cavani Jadi Enggak Guna

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 05 Jan 2022 05:30 WIB
Manchester Uniteds Edinson Cavani, right, and Manchester Uniteds Cristiano Ronaldo during the English Premier League soccer match between Manchester United and Burnley at Old Trafford in Manchester, England, Thursday, Dec. 30, 2021. (AP Photo/Rui Vieira)
Cristiano Ronaldo dan Edinson Cavani dinilai tak berguna di taktik Ralf Rangnick. (Foto: AP/Rui Vieira)
Jakarta -

Kekalahan Manchester United dari Wolverhampton Wanderers mengundang kritik. Eks bek MU Rio Ferdinand menyayangkan taktik Ralf Rangnick.

Manchester United kalah 0-1 saat menjamu Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Selasa (4/1/2022) dini hari WIB dalam lanjutan Liga Inggris. Gol Joao Moutinho bikin 'Setan Merah' tertunduk malu di kandangnya sendiri.

Secara penampilan, Cristiano Ronaldo dkk bermain mengecewakan dan kalah intens. Wolves mampu melepaskan 19 tembakan dengan enam yang on target, sementara MU cuma punya sembilan percobaan di mana dua di antaranya mengarah ke gawang.

MU yang turun dengan formasi andalan Ralf Rangnick 4-2-2-2 kesulitan membongkar Wolves yang bermain dengan pola dasar 3-4-3. Taktik Rangnick itu turut dikritik Rio Ferdinand karena dinilai menyia-nyiakan kualitas terbesar dari duet Ronaldo-Edinson Cavani.

Ferdinand menyebut pola 4-2-2-2 bikin MU kekurangan suplai dari lebar lapangan. Padahal Ronaldo-Cavani justru paling oke saat mendapatkan bola-bola dari area tersebut.

"Keluhan terbesar saya adalah ketika Anda punya Cavani dan Ronaldo di tim, dua dari para penyerang terbaik untuk menyongsong bola dari lebar lapangan dan Anda tak bermain dangan pemain melebar atau yang mampu mengirim bola dari sana, maka itu terasa seperti tugas yang tak ada gunanya," ungkap Ferdinand di kanal Youtube, FIVE, seperti dikutip Metro.

"Mereka harus dimainkan sesuai kekuatan mereka, seperti Falcao beberapa tahun lalu, kami mendatangkan seseorang yang bagus dalam menyongsong bola tapi tak pernah bisa memberikan bola itu. Jadi bagaimana Anda bisa mengharapkan mereka menghasilkan hal-hal bagus?"

"Ronaldo bisa melakukan hal lainnya juga, begitu halnya dengan Cavani. Tapi kalau dua dari kekuatan besar mereka adalah ketika diberikan umpan silang, makan kirim bola ke kotak penalti. Saya tak bilang yang penting tendang, maksud saya adalah mainkan lebar lapangan lebih banyak."

"Saya tahu ketika dia (Rangnick) memainkan 4-2-2-2 berarti bek sayap menjadi pemain melebar, tapi Wan-Bissaka bukan pemberi umpan silang. Shaw bisa melakukannya kalau maju, tapi kita bahkan tak punya cukup penguasaan bola melawan Wolves. Cara yang mereka mainkan tidak memberikan mereka kesempatan untuk menempatkan bola ke posisi bagus untuk pemain depan," imbuh mantan pemain tim nasional Inggris tersebut.



Simak Video "Atalanta Vs MU: Ronaldo-Cavani Duet Lagi?"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/adp)