Tuchel: Lukaku Cuma Kurang Sabar

ADVERTISEMENT

Tuchel: Lukaku Cuma Kurang Sabar

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Rabu, 05 Jan 2022 17:00 WIB
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 04: Thomas Tuchel embraces Romelu Lukaku of Chelsea after their sides defeat in the Premier League match between West Ham United and Chelsea at London Stadium on December 04, 2021 in London, England. (Photo by Julian Finney/Getty Images)
Thomas Tuchel meyakini Romelu Lukaku bukannya tidak bahagia di Chelsea (Foto: Getty Images/Julian Finney)
London -

Thomas Tuchel yakin Romelu Lukaku bukannya tak bahagia di Chelsea. Menurutnya Lukaku cuma kurang sabar hingga menumpahkan unek-uneknya di wawancara tempo hari.

Wawancara Romelu Lukaku dengan Sky Sport Italia beberapa waktu lalu jadi kontroversi. Striker internasional Belgia itu mengaku tidak senang dengan situasinya di Chelsea dan merasa kurang cocok dengan gaya main yang diusung Thomas Tuchel.

Lukaku sejauh ini delapan kali jadi starter dalam 13 kali penampilan di Premier League. Dia mengemas lima gol di liga, dengan total tujuh gol di semua kompetisi.

"Saya kira itu lebih ke ketidaksabaran daripada yang lainnya," ujar Tuchel soal wawancara Lukaku, seperti dilansir Evening Standard.

"Dia tidak sabar. Dia ingin kesempatan besar. Tapi dia tidak sabar dan sulit baginya menerima bahwa kadang rumput tidak tumbuh lebih cepat ketika Anda mencabutnya."

"Seperti di setiap transfer, Anda harus menerima ada perubahan lingkungan, kota, budaya, klub, teman-teman setim, gaya main, dan liga. Dia bukan pemain pertama yang butuh waktu tapi sementara dia melakukannya, dia selalu mencetak gol dan kami masih dalam situasi di mana kami saling beradaptasi."

Romelu Lukaku kini sudah meminta maaf kepada Chelsea dan dijatuhi denda. Setelah dicoret dari laga melawan Liverpool, Lukaku diperkirakan akan kembali ke skuad Chelsea dalam pertandingan semifinal Piala Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur, Kamis (6/1/2022) dini hari WIB.

"Tugas kami adalah mengeluarkan yang terbaik darinya. Inilah yang kami lakukan untuk setiap pemain. Itu tidak berubah meski dia pemain mahal atau gratis atau tua atau muda," lanjut Tuchel.

"Tentu saja pada akhirnya tetap tergantung si pemain. Kami cuma bisa membantu memenuhi potensinya dan inilah yang kami lakukan. Kadang cepat, kadang lambat. Kadang sedikit lebih mudah."

"Semua orang melakukan yang terbaik, termasuk saya, untuk mengeluarkan potensi maksimal dan kami masih yakin ada ruang untuk berkembang."

"Yang paling penting adalah dia ingin melakukannya. Saya merasakan ketidaksabaran, tapi saya tidak merasa ada rasa tidak bahagia, tidak sama sekali," kata Tuchel menegaskan.

(nds/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT