ADVERTISEMENT

Newcastle Bergelimang Uang, kok Susah Datangkan Pemain Bintang?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 18 Jan 2022 22:05 WIB
NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - JANUARY 15: A flag showing the Tyne Bridge is pictured alongside fans in the Gallowgate End during the Premier League match between Newcastle United and Watford at St. James Park on January 15, 2022 in Newcastle upon Tyne, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)
Newcastle masih ada di zona degradasi Liga Inggris musim ini. Foto: Getty Images/Stu Forster
Jakarta -

Newcastle United menjadi tim terkaya di Eropa saat ini usai diakuisisi konsorsium Arab Saudi. Namun The Magpies tampak kesulitan untuk membeli pemain-pemain yang diinginkan selama bursa transfer Januari. Kok bisa?

Sejauh ini, Newcastle baru mendatangkan Kieran Trippier dari Atletico Madrid dan Chris Wood dari Burnley. Namun niat berbelanja pemain di musim dingin belum selesai.

Dirangkum dari berbagai media Inggris, pemain yang dikaitkan dengan Newcastle cukup banyak. Sebut saja Sven Botman (Lille), Diego Carlos (Sevilla), Hugo Ekitike (Stade de Reims), Robin Gosens (Atalanta), hingga Amadou Haidara (RB Leipzig).

Tak hanya itu, dua pemain Manchester United, Donny van de Beek dan Anthony Martial juga didekati, namun ditolak. Sedangkan pendekatan ke Alexandre Lacazette (Arsenal) dikabarkan juga bertepuk sebelah tangan.

Dengan bursa transfer menyisakan waktu kurang dari dua pekan, Newcastle yang bergelimang uang justru tampak kesulitan mengamankan rekrutan. Kondisi yang dialami tim asuhan Eddie Howe itu kemungkinan disebabkan dua hal.

Pertama, prestasi di lapangan hijau. Saat ini, Newcastle masih ada di zona degradasi, tepatnya di urutan 19 dengan 12 poin. Di bawah kepemilikan baru, mereka baru menang sekali dari 13 laga Premier League.

NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - JANUARY 15: Newcastle striker Chris Wood in action on his debut during the Premier League match between Newcastle United and Watford at St. James Park on January 15, 2022 in Newcastle upon Tyne, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)Chris Wood, satu dari dua pemain yang sudah dibeli Newcastle di bursa transfer Januari. Foto: Getty Images/Stu Forster

Melihat catatan di atas, peluang Newcastle terdegradasi bisa dibilang cukup besar, dan para pemain tersebut diyakini enggan jika sampai harus bermain di divisi Championship.

Oleh sebab itu, manajemen Newcastle harus pintar dalam membujuk para pemain incaran, meyakinkan mereka bahwa degradasi bisa dihindari, atau mereka bisa membantu tim lepas dari ancaman turun kasta.

Kedua, yang tak kalah penting, yakni sikap klub pemilik pemain yang diincar. Status Newcastle sebagai klub tajir besar kemungkinan akan coba dimanfaatkan oleh klub-klub tersebut untuk mendulang keuntungan.


Menghadapi hal ini, Newcastle harus pintar bernegosiasi agar tak membeli dan menggaji pemain dengan nilai mahal di luar kewajaran. Sebab jika hal ini terjadi, Newcastle nantinya akan kesusahan sendiri, terutama jika performa pemain tersebut tak sesuai harapan.

Untuk sekarang, Newcastle disarankan memperkuat tim dengan misi lolos dari degradasi lebih dulu. Jika misi itu sudah tercapai, maka musim depan akan menjadi momen membangun ulang tim.

Para pemain incaran pun secara diperkirakan akan lebih mudah didatangkan, karena mereka memulai musim dari nol, bukan seperti sekarang saat Newcastle sedang terjerembab di papan bawah.

(adp/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT