Chelsea: Sang Kandidat Juara Kini Terancam Terlempar dari 4 Besar

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 19 Jan 2022 06:00 WIB
Jakarta -

Chelsea mengawali musim sebagai kandidat juara dan sempat melaju apik. Tapi kini mereka justru terancam posisinya di empat besar.

Chelsea kembali gagal menang di lanjutan Liga Inggris. The Blues ditahan imbang Brighton & Hove Albion 1-1 dalam pertandingan di Amex Stadium, rabu (19/1/2022) dini hari WIB.

Itu adalah keempat kalinya beruntun Chelsea gagal menangi di Liga Inggris (3 imbang, 1 kalah). Tapi jika ditilik dalam rentang waktu yang lebih panjang, laju buruk skuad besutan Thomas Tuchel itu sudah dimulai sejak November.

Mereka hanya meraih empat kemenangan dalam 13 pertandingan, yang dimulai sejak hasil imbang 1-1 kontra Burnley. Dalam periode itu, Romelu Lukaku dkk tujuh kali berimbang dan dua kali kalah.

Seretnya kemenangan itu pula yang membuat Chelsea terdepak dari pucuk klasemen, yang masih sempat dikuasai hingga pekan ke-14 sampai digeser oleh Manchester City. Kini mereka tertahan di urutan ketiga dan berisiko terlempar dari empat besar.

Chelsea saat ini punya 44 poin dari 23 pertandingan. Mereka satu poin di belakang Liverpool yang baru bermain 21 kali dan unggul tujuh poin dari West Ham United dengan 22 laga.

[Gambas:Opta]

Jarak dengan West Ham memang tampak cukup aman untuk saat ini, tapi di belakangnya masih ada tim-tim yang berpeluang besar merapat. Arsenal di posisi lima misalnya.

The Gunners punya 35 poin dengan selisih sembilan poin dari Chelsea, sementara masih menyimpan tiga laga untuk dimainkan. Berikutnya ada pula Tottenham Hotspur di posisi enam dengan jarak 11 poin dari Chelsea.

Spurs baru bermain 18 kali alias lima laga lebih sedikit dari Chelsea, yang memberikan mereka kesempatan besar untuk menyalip. Patut diingat pula bahwa Spurs belum terkalahkan di delapan partai Liga Inggris sejak ditangani Antonio Conte.

Tekanan niscaya ada di Chelsea mengingat hasil-hasil belakangan ini. Apalagi trennya memburuk dengan empat laga beruntun tanpa kemenangan.

Opta mencatat, ini laju terburuk Thomas Tuchel sejak Oktober 2016, ketika masih menangani Borussia Dortmund.

(raw/pur)