Hilangnya 'Tuchel Effect'

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 20 Jan 2022 12:20 WIB
WOLVERHAMPTON, ENGLAND - DECEMBER 19: Thomas Tuchel of Chelsea speaks to the media after the Premier League match between Wolverhampton Wanderers  and  Chelsea at Molineux on December 19, 2021 in Wolverhampton, England. (Photo by Clive Mason/Getty Images)
Manajer Thomas Tuchel (Getty Images)
London -

Chelsea lagi merana di Liga Inggris. The Blues susah menang dan terus kesandung, sepertinya hilang sudah Tuchel Effect...

Dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris, Chelsea cuma sekali menang. Celakanya di empat pertandingan terakhir, klub asal London itu seri tiga kali dan kalah sekali.

Total di 10 laga terakhir, Chelsea kehilangan 16 poin dengan rincian tiga kali menang, lima kali seri, dan dua kali kalah.

Sementara pesaingnya dengan rasio laga yang sama, Manchester City menang terus dan Liverpool cuma kehilangan tujuh poin (tujuh kali menang, dua kali seri, dan sekali kalah).

[Gambas:Opta]

Chelsea's Marcos Alonso, left, Chelsea's N'Golo Kante, center, and Chelsea's head coach Thomas Tuchel leave the field after the English Premier League soccer match between Brighton and Chelsea at the Falmer stadium in Brighton, England, Tuesday, Jan. 18, 2022. (AP Photo/Matt Dunham)Chelsea lagi sulit menang di Liga Inggris (AP/Matt Dunham)

Dilansir dari Marca, manajer Thomas Tuchel lagi disorot. Tuchel dinilai kehilangan taringnya.

Permainan Chelsea dengan pola 3-4-3 mulai terbaca lawan, apalagi permainan penguasaan bolanya. Belum lagi, lini depannya terus mandek.

Romelu Lukaku kerap kesulitan bikin gol. Dirinya baru bikin lima gol dari 15 laga.

Penyerang lainnya, Timo Werner baru bikin satu gol dari 11 laga. Kai Havertz baru bikin dua gol dari 16 laga.

Tingkat kemenangan Chelsea turun menjadi 55,56 persen musim ini, dibanding musim lalu.

Chelsea musim ini rata-rata mencetak dua gol per pertandingan dan kebobolan 0,72, juga lebih buruk dari PSG yang terakhir Tuchel latih, yang memiliki rata-rata masing-masing 2,19 dan 0,69.

Thomas Tuchel tentu harus bergegas untuk bangkit. Mengingat, Chelsea tidak pernah ambil kompromi untuk memecat manajer yang tidak memuaskan.

(aff/cas)