Pertahanan Blak-blakan Man United

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 20 Jan 2022 12:35 WIB
BRENTFORD, ENGLAND - JANUARY 19: David De Gea of Manchester United punches the ball during the Premier League match between Brentford and Manchester United at Brentford Community Stadium on January 19, 2022 in Brentford, England. (Photo by Alex Pantling/Getty Images)
David de Gea kiper dengan penyelamatan terbanyak di Premier League musim ini. (Foto: Getty Images/Alex Pantling)
Jakarta -

Manchester United merasa beruntung bisa pulang dengan poin penuh saat melawan Brentford. Melihat sejumlah catatan, 'Setan Merah' memang masih mengkhawatirkan.

Tiga gol di babak kedua memastikan MU menang 3-1 atas Brentford di Brentford Community Stadium, Kamis (20/1/2022) dini hari WIB dalam lanjutan Liga Inggris. Gol-gol didapatkan dari Anthony Elanga, Mason Greenwood, dan Marcus Rashford dibalas sekali oleh tuan rumah lewat Ivan Toney.

Skornya memang mencolok, tapi di lapangan MU tak sedominan itu. Justru Brentford tampil lebih mengontrol, khususnya di babak pertama, dan menciptakan banyak ancaman.

Secara keseluruhan, Brentford melepaskan 18 tembakan dengan delapan yang on target. MU punya 13 percobaan, lima di antaranya mengarah ke gawang.

Kiper MU David de Gea sibuk dan berjasa menjawa gawangnya tetap bersih sebelum turun minum. Selama 90 menit, ia berarti membuat tujuh penyelamatan dan mengulang catatan saat MU imbang 2-2 lawan Aston Villa pada akhir pekan lalu.

Tapi MU tak bisa terus-terusan menggantungkan nasib ke David de Gea jika ingin punya peluang bagus finis empat besar. 'Setan Merah' mesti membantu kiper asal Spanyol tersebut dan meminimalisir risiko.

Bukan apa-apa. Sebagai catatan saja, David de Gea musim ini sudah melakukan 81 penyelamatan yang mana terbanyak di 2021/2022. Ia unggul 11 penyelamatan dari kiper West Ham United Lukasz Fabianski di posisi kedua.

Pertahanan MU memang cukup rentan terhadap ancaman. Whoscored mencatat bahwa tim yang ditangani manajer interim Ralf Rangnick itu saat ini punya rata-rata menghadapi tembakan awan 14,1 per laga (on dan off target).

Itu menempatkan mereka di urutan tujuh tim paling banyak membiarkan lawan mendapatkan kesempatan menembak. Sebagai perbandingan, tiga tim teratas Premier League saat ini yakni Manchester City, Liverpool, dan Chelsea berada di tiga posisi terbawah dengan rata-rata tak sampai 10.

Manchester City rata-rata hanya membiarkan 6,6 tembakan per laga, disusul Liverpool dengan 8,5 tembakan per laga, dan Chelsea dengan 9,7 tembakan per laga. Tak mengejutkan kalau mereka juga jadi tim dengan jumlah kebobolan terendah sejauh ini.

Baru 13 gol yang bersarang ke gawang Man City, sementara Liverpool dan Chelsea sama-sama baru kebobolan 18 kali. MU? Mereka sudah kemasukan 30 kali.

Sudah sepatutnya MU memberikan perlindungan lebih baik untuk David de Gea jika ingin setidaknya finis di empat besar. Dengan rata-rata menghadapi ancaman sebesar itu, mereka berisiko digelontor gol oleh lawan-lawan yang lebih tajam, bahkan sebelum melakukan banyak hal.



Simak Video "Gol Marcos Alonso Jadi Penyelamat Chelsea dari Kekalahan "
[Gambas:Video 20detik]
(raw/nds)