Kacau! Martinelli Dapat Dua Kartu Kuning Sekaligus, Langsung Diusir Wasit

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 11 Feb 2022 06:30 WIB
WOLVERHAMPTON, ENGLAND - FEBRUARY 10: Gabriel Martinelli of Arsenal is shown a red card by referee Michael Oliver during the Premier League match between Wolverhampton Wanderers and Arsenal at Molineux on February 10, 2022 in Wolverhampton, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Momen Martinelli diganjar kartu merah. Foto: Getty Images/Shaun Botterill
Wolverhampton -

Kemenangan Arsenal atas Wolverhampton Wanderers diwarnai kartu merah Gabriel Martinelli. Penyerang asal Brasil itu mendapat dua kartu kuning langsung akibat dua pelanggaran yang berdekatan!

Arsenal menang 1-0 dalam laga yang berlangsung di Molineux, Jumat (11/2/2022) dini hari WIB tersebut. Gol tunggal Gabriel Magalhaes di menit ke-25 memastikan kemenangan The Gunners.

Namun ada pemandangan tak biasa di babak kedua, saat wasit Michael Oliver mengusir Martinelli di menit ke-70. Sang pengadil memberikan dua kartu kuning sekaligus kepada pemuda 20 tahun itu!

Keputusan itu diambil Oliver karena Martinelli dianggap melakukan dua pelanggaran dalam dua momen berbeda, tetapi dalam satu serangan yang sama.

Martinelli kehilangan penguasaan bola karena kesalahan sendiri di pinggir lapangan, dan bola pun keluar, menghasilkan lemparan ke dalam untuk Wolves.

Daniel Podence dengan cepat langsung mengambil bola dan melemparnya ke arah Chiquinho, namun Martinelli terlihat dengan sengaja mengganggunya.

Bola berhasil diterima Chiquinho meski Podence terjatuh, menghasilkan serangan balik untuk Wolves. Martinelli yang kehilangan bola lantas mengejar Chiquinho lalu menyikutnya dari belakang.

Dari situ, Oliver langsung menjatuhkan dua hukuman langsung kepada Martinelli, kemudian memberinya kartu merah. Manajer Arsenal Mikel Arteta pun mempertanyakan keabsahan keputusan ini.

"Saya tak pernah melihat yang seperti itu. 18 tahun saya bekerja di negara ini, dan saya tak pernah melihat hal seperti tadi," ujar Arteta kepada BBC.

"Kami menyulitkan diri sendiri, bermain dengan 10 orang. Kami betul-betul menderita selama 10 menit terakhir. Saya tak pernah melihat keputusan seperti itu," sambung Arteta.

(adp/nds)