ADVERTISEMENT

Liverpool Selalu Sulit buat Chelsea, tapi...

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Sabtu, 26 Feb 2022 10:05 WIB
LONDON, ENGLAND - JANUARY 02: Mateo Kovacic of Chelsea celebrates after scoring their sides first goal during the Premier League match between Chelsea and Liverpool at Stamford Bridge on January 02, 2022 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Chelsea vs Liverpool berebut titel Piala Liga Inggris malam ini. (Foto: Getty Images/Catherine Ivill)
Jakarta -

Chelsea akan berhadapan dengan Liverpool malam nanti demi titel Piala Liga Inggris. 'Si Merah' tak pernah mudah, namun Chelsea punya modal bagus.

Chelsea berhadapan dengan Liverpool, Sabtu (26/2/2022) malam WIB pada final Piala Liga Inggris. Partai ini jadi pertemuan ketiga kedua tim pada musim ini.

Dalam dua duel sebelumnya, Chelsea dan Liverpool bermain imbang 1-1 dan 2-2 di ajang Liga Inggris. Pertemuan kedua tim dalam beberapa musim terakhir memang berjalan alot.

Tengok saja enam pertemuan terakhir, dengan Chelsea mencatatkan dua kemenangan, Liverpool dua kemenangan, dan sisanya berakhir imbang. Kedua tim juga sama-sama membangun momentum positif, dalam perjalanan menuju final malam nanti.

Chelsea memenangi enam pertandingan terakhirnya, sedang Liverpool menghabisi sembilan lawan terakhirnya. Gelandang Christian Pulisic mengantisipasi pertandingan sulit lainnya melawan Liverpool.

"Para pemain yang dimiliki Liverpool dan gaya permainan mereka, itu sangat menyulitkan Anda. Mereka tim yang sangat menekan, sangat mengandalkan fisik, punya pemain-pemain cepat, berbahaya di depan," ujarnya kepada ESPN dikutip Metro.

"Selain hal-hal tersebut, mereka punya pemain-pemain yang bagus jadi ya selalu menjadi lawan yang berat, juga punya pelatih bagus," imbuh pemain Amerika Serikat tersebut.

Secara performa, Liverpool yang tengah menggila sejak pertengahan Januari sedikit punya keunggulan. Tapi Chelsea juga punya modal lain yang sangat berharga: pengalaman final-final tahun ini.

Chelsea menjuarai Piala Super Eropa di awal musim plus Piala Dunia Antarklub pada awal Februari lalu.

"Kami sudah pernah bermain di final-final sebelumnya. Kami pernah menang dan kalah, tapi ini soal pola pikir dan bersiap untuk bertarung karena di final, itulah yang dibutuhkan," sambung Pulisic.

"Kesempatan ada untuk direngkuh, mungkin tak selalu tim dengan permainan terbaik yang akan menang. Ini soal bekerja keras, berjuang, dan memenangi satu laga itu saja. Itulah yang akan kami lakukan, semoga kami bisa mewujudkannya kali ini," tandasnya.

(raw/bay)

ADVERTISEMENT