Nama-nama Top Gagal, MU Mau Cari Manajer yang Gimana?

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Sabtu, 12 Mar 2022 15:25 WIB
MILAN, ITALY - FEBRUARY 08: AS Roma coach Jose’ Mourinho salutes the crowd before the Coppa Italia match between FC Internazionale and AS Roma at Stadio Giuseppe Meazza on February 08, 2022 in Milan, Italy. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Jose Mourinho masih manajer tersukses di Manchester United selepas Sir Alex Ferguson. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Jakarta -

Sejumlah manajer top datang ke Manchester United dan gagal sejak kepergian Sir Alex Ferguson. MU mau cari manajer yang bagaimana lagi sekarang?

Empat manajer tetap dan tiga manajer sementara menangani Manchester United sejak kepergian Sir Alex Ferguson. Mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan Ole Gunnar Solskjaer, hingga pengisi jabatan sementara seperti Ryan Giggs, Michael Carrick, dan Ralf Rangnick saat ini.

Mourinho pantas disebut sebagai yang terbaik di antara nama-nama tersebut, sebab mampu memberikan tiga trofi yakni Liga Europa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield. Tapi jika sukses MU diukur dari titel Premier League, maka tak satupun dari tujuh nama tersebut yang berhasil.

Saat ini MU tengah mencari sosok manajer tetap berikutnya. Dua kandidat terkuat adalah Mauricio Pochettino (Paris Saint-Germain) dan Erik ten Hag (Ajax).

Pochettino lebih difavoritkan karena punya pengalaman di Liga Inggris bareng Southampton dan Tottenham Hotspur. Ia juga sudah punya modal menangani pemain-pemain top di PSG.

Namun itu juga bisa jadi jaminan di MU, mengingat yang terjadi sebelum-sebelumnya.

"Anda takut untuk mengatakan siapa yang akan tepat. Maksud saya, pelatih-pelatih besar sudah datang ke United dan gagal di mana mereka tak mendatangkan titel Premier League," kata mantan penyerang MU Dimitar Berbatov dikutip Metro.

"Beginilah saya mengukur pelatih di United. Itu sebabnya saya tak bisa bilang 'ini sosok yang tepat'," imbuhnya.

Berbatov menyarankan, alih-alih fokus ke satu nama tertentu, MU lebih baik bersikap lebih terbuka. Mereka perlu melakukan audisi untuk melihat proyek dari masing-masing kandidat manajer, sehingga tahu siapa yang paling cocok dengan kebutuhan mereka.

"Mereka perlu berpikir dengan hati-hati dan saya harap mereka tak berkonsentrasi pada satu nama, dalam hal ini Pochettino. Mereka harus sedikit lebih terbuka dan mewawancarai para calon, melihat apa yang bisa mereka bawa dan pada akhirnya membuat pilihan yang tepat," sambung Berbatov.

"Apakah mereka akan membuat pilihan yang tepat? Kita akan mengetahuinya pada musim panas nanti," tandasnya.



Simak Video "Atalanta Vs MU: Ronaldo-Cavani Duet Lagi?"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/aff)