Trofi Nanti Dulu, Ini Tugas Pertama Erik ten Hag

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 22 Apr 2022 06:00 WIB
ALKMAAR, NETHERLANDS - JANUARY 20:   Ajax Manager / Head Coach, Erik ten Hag looks on prior to the KNVB Beker or Dutch Cup match between AZ Alkmaar and AFC Ajax at AFAS-Stadium on January 20, 2021 in Alkmaar, Netherlands. (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Erik ten Hag resmi menangani Manchester United mulai musim depan. (Foto: Getty Images/Dean Mouhtaropoulos)
Jakarta -

Menunjuk Erik ten Hag hanya langkah pertama Manchester United di sebuah proyek besar. MU tak semestinya bicara soal trofi dulu dalam waktu dekat.

Erik ten Hag resmi ditunjuk sebagai manajer tetap Manchester United. Ia akan mulai bekerja musim depan setelah diikat kontrak tiga tahun plus opsi perpanjangan satu tahun.

Pelatih Ajax itu diharapkan membangun kembali kejayaan Manchester United, yang runtuh sejak ditinggalkan Sir Alex Ferguson pada 2013 silam. Tapi selayaknya membangun sesuatu dari fondasi, Ten Hag akan butuh waktu.

Mantan kapten Manchester United Gary Neville berharap Ten Hag tak perlu dibebani ekspektasi terlalu tinggi dulu. Untuk saat ini, ia perlu fokus merenovasi hal-hal mendasar seperti karakter, etos kerja, dan mentalitas tim dulu.

Jikapun ada target spesifik, itu adalah lolos ke Liga Champions secara rutin terlebih dulu.

"Yang kita lihat dari Manchester United di saat ini adalah sesuatu yang tak bisa diterima. Itu perlu ditangani dulu dan Ten Hag punya tugas besar untuk mengembalikan klub ke standar minimal yang perlu mereka raih, yakni soal sikap, etos kerja, keyakinan, kepercayaan diri, dan kemudian semoga bisa memikirkan soal memenangi trofi-trofi," ungkapnya dikutip Sky Sports.

"Tapi sejujurnya, saya tak akan menaruh tekanan terlalu besar ke Ten Hag untuk memenangi trofi di tahun pertama atau kedua. Ya bagus kalau dia melakukannya dalam tempo tersebut dan dia bakal melebihi ekspektasi, menurut saya."

"Targetnya pertama-tama adalah masuk ke empat besar, memapankan kembali Man United di Liga Champions, membuat pemain-pemain yang bisa bermain sesuai keinginannya tertarik ke klub, dan kemudian membangun sistem keyakinan," sambung mantan bek kanan ini.

(raw/adp)