Antonio Conte: Jadi Manajer Liga Inggris Itu Rasanya...

ADVERTISEMENT

Antonio Conte: Jadi Manajer Liga Inggris Itu Rasanya...

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 22 Apr 2022 12:20 WIB
BURNLEY, ENGLAND - FEBRUARY 23: Antonio Conte, Manager of Tottenham Hotspur looks on during the Premier League match between Burnley and Tottenham Hotspur at Turf Moor on February 23, 2022 in Burnley, England. (Photo by Alex Livesey/Getty Images)
Antonio Conte Ungkap Rasanya Jadi Manajer di Liga Inggris Itu... (Getty Images)
London -

Antonio Conte masih berjuang untuk membawa Tottenham Hotspur finis di empat besar. Jadi manajer di Liga Inggris, kata Conte, adalah pekerjaan berat yang bikin susah tidur!

Antonio Conte kembali ke Liga Inggris, setelah sukses bersama Chelsea di tahun 2016-2018. Conte kini menukangi Tottenham Hotspur dan jalannya lebih berat.

Tottenham Hotspur sudah nihil trofi musim ini. Satu pencapaian terbaik yang bisa Antonio Conte persembahkan adalah finis di empat besar Liga Inggris!

Akan tetapi, itu bukanlah barang mudah. Sebab, masih ada tiga tim yang berpeluang untuk mendapatkan tempat tersebut demi amankan tiket ke Liga Champions musim depan.

Tottenham Hoptspur sementara mengoleksi 57 poin dari 32 laga dan bercokol di peringkat keempat Klasemen Liga Inggris. Arsenal persis di bawahnya dengan poin yang sama, hanya kalah selisih gol (minus delapan gol).

Manchester United di peringkat keenam menyusul dengan 54 poin dari 33 laga. Terakhir ada West Ham United di peringkat ketujuh yang juga masih punya peluang, dengan 52 poin.

[Gambas:Opta]

Antonio Conte mengaku, persaingan di Liga Inggris memang sangat berat. Di setiap sektor di papan klasemen dari papan atas, tengah, sampai bawah seluruhnya ketat!

"Di Liga Inggris, menjadi manajer adalah pekerjaan besar. Persaingan sangat tinggi di level yang tinggi," ujarnya dilansir dari Sky Sports.

"Segalanya tidak mudah," tegasnya.

Antonio Conte sampai berujar, kalau dirinya sampai susah tidur. Itu tadi, persaingan ketat dan tuntutan juga tinggi!

"Anda tidak bisa tidur nyenyak saat jadi manajer di Liga Inggris. Ada perjuangan dari finis di zona degradasi, memperebutkan tempat di Liga Europa, di Liga Champions, dan tentu bersaing untuk jadi juara," tutupnya.

(aff/nds)

ADVERTISEMENT