ADVERTISEMENT

Mental Monster Si Merah

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Minggu, 15 Mei 2022 09:05 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 14: Trent Alexander-Arnold, Thiago, Roberto Firmino, Jordan Henderson, Joel Matip, James Milner and Ibrahima Konate of Liverpool look tense during the shoot-out during The FA Cup Final match between Chelsea and Liverpool at Wembley Stadium on May 14, 2022 in London, England. (Photo by Charlotte Wilson/Offside/Offside via Getty Images)
Pertunjukkan mental monster Liverpool di final Piala FA 2021/2022 (Offside via Getty Images/Charlotte Wilson/Offside)
London -

Dibuat frustrasi Chelsea dan tiga pemain inti diganti karena cedera, Liverpool tetap juara Piala FA 2021/2022. Inilah pertunjukkan mental monster si Merah.

Liverpool diunggulkan saat menghadapi Chelsea pada laga final Piala FA di Wembley, Sabtu (14/5/2022) malam WIB. Bermain dengan trio Mohamed Salah, Luis Diaz, dan Sadio Mane, Liverpool agresif sejak menit awal.

Beberapa kali peluang didapat tapi sayangnya belum bisa menemui sasaran. Bencana datang untuk Liverpool ketika Salah harus digantikan Diogo Jota di menit ke-33 karena cedera paha.

Tanpa Salah, Liverpool tetap dominan namun skor 0-0 di akhir 90 menit membuat laga lanjut ke extra time 2x15 menit. Bencana datang lagi untuk Liverpool ketika Virgil van Dijk ditarik keluar menuju babak pertama perpanjangan waktu.

Terakhir, Andrew Robertson juga harus mandi lebih cepat di menit ke-110 karena cedera. Hilang tiga pemain inti tak membuat Liverpool goyah dan akhirnya bisa menang lewat drama adu penalti dengan skor 6-5.

Liverpool juara Piala FA pertama sejak 2006 sekaligus trofi keduanya musim ini. Pada Februari lalu, Liverpool juga menang adu penalti 11-10 atas Chelsea di final Carabao Cup.

Manajer Juergen Klopp senang betul dengan mentalitas monster yang dimiliki Salah dkk. Sebab di saat sulit pun, mereka bisa bertahan dan memberikan yang terbaik.

"Luar biasa, gila betul, laga yang intens menghadapi Chelsea. Mereka juga pantas menang seperti halnya di Carabao Cup. Perbedaan kecil begitu menentukan," ujar Klopp kepada BBC Sport.

"Saya bangga sekali dengan para pemain, bagaimana semangat mereka, bagaimana mereka bertarung, lalu ada juga pergantian pemain di awal," sambungnya.

"Saya sempat gugup saat adu penalti, tapi saya ikut bersedih dengan Chelsea. Dua kali final, 120 menit, tanpa trofi sama sekali, kejam sekali. Tapi kami pantas mendapatkannya.

"Kami punya mentalitas monster, tapi para pemain Chelsea juga - cuma beda satu penalti. Chelsea luar biasa, namun pada akhirnya hanya ada satu juara dan itulah kami," tutupnya.

(mrp/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT