Ten Hag Bersiap Hadapi Tekanan Besar dari Media di MU

Putra Rusdi K - Sepakbola
Selasa, 17 Mei 2022 07:15 WIB
Ajaxs head coach Erik ten Hag greets fans after clinching the title after the Dutch Eredivisie premier league soccer match between Ajax and Heerenveen at the Johan Cruyff ArenA in in Amsterdam, Netherlands, Wednesday, May 11, 2022. (AP Photo/Peter Dejong)
Erik Ten Hag bersiap hadapi tekanan besar media di MU (Foto: Peter Dejong/AP)
Manchester -

Erik Ten Hag paham betul tekanan dari media bakal sangat besar untuk Manchester United. Namun, ia yakin hal itu takkan berpengaruh besar dalam ruang ganti timnya.

Ten Hag telah resmi diperkenalkan sebagai manajer anyar MU beberapa waktu yang lalu. Ia bakal mengisi posisi Ralf Rangnick yang kontraknya sebagai manajer Setan Merah habis akhir musim ini. Rangnick berganti peran menjadi konsultan MU dalam dua tahun ke depan.

Pria asal Belanda ini dikontrak oleh MU hingga 2025. The Red Devils harus mengeluarkan dana 2 juta euro untuk menebus Ten Hag dari Ajax Amsterdam.

Ten Hag rela meninggalkan kursi nyamannya di Ajax demi menukangi MU yang bakal penuh dengan tekanan. Ia dituntut untuk bisa memperbaiki performa MU yang terseok-seok di musim ini.

MU saat ini hanya mampu berada di peringkat keenam dengan 58 poin. Mereka dipastikan gagal lolos ke Liga Champions karena terpaut 10 angka dari Tottenham Hotspur di urutan keempat dengan sisa satu laga.

Tekanan untuk Ten Hag bisa membangkitkan MU tak hanya datang dari fan, melainkan juga dari awak media di Inggris. Reputasi besar MU membuat klub yang bermarkas di Old Trafford ini kerap menjadi sorotan media.

Apalagi, para legenda MU seperti Rio Ferdinand, Paul Scholes, dan Gary Neville terbilang aktif memberikan komentar di media. Komentar pedas kerap mereka lontarkan melihat memblenya MU di musim ini.

Ten Hag paham betul tekanan besar media akan membayanginya selama membesut MU. Ia menilai menangani MU bebannya lebih dari empat kali lipat ketimbang di Ajax. Namun, ia yakin tekanan itu takkan berpengaruh ke ruang ganti timnya.

"Itu jelas bisa menimbulkan dampak, tetapi seharusnya tidak pernah memiliki pengaruh di ruang ganti. Mungkin kritiknya lebih keras di sana," ujar Erik Ten Hag kepada De Telegraaf.

"Klub bukan hanya memiliki basis fans yang lebih besar dan jangkauan lebih dari Ajax, karena Inggris jauh lebih besar, Liga Premier jauh lebih besar dan pada dasarnya semuanya jauh lebih besar."

"Dibandingkan dengan Belanda faktor tersebut dua, tiga, empat atau bahkan mungkin lebih. Untungnya, saya mendapatkan semakin banyak persiapan tentang bagaimana menghadapi kekuatan tertentu," jelasnya.



Simak Video "Atalanta Vs MU: Ronaldo-Cavani Duet Lagi?"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/mrp)