Rangnick Ungkap Penyesalan Terbesarnya di MU

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Sabtu, 21 Mei 2022 05:20 WIB
Manchester United German Interim head coach Ralf Rangnick looks on during the English Premier League football match between Brighton and Hove Albion and Manchester United at the American Express Community Stadium in Brighton, southern England on May 7, 2022. - RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or live services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. (Photo by Glyn KIRK / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or live services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or live services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. (Photo by GLYN KIRK/AFP via Getty Images)
Ralf Rangnick mengungkapkan penyesalan terbesarnya di Manchester United. (Foto: AFP via Getty Images/GLYN KIRK)
Manchester -

Era Ralf Rangnick sebagai manajer interim Manchester United segera selesai. Rangnick mengungkapkan penyesalan terbesarnya selama melatih Setan Merah.

Rangnick akan terakhir kalinya berada di dug out MU ketika menyambangi Crystal Palace di Selhurst Park, Minggu (22/5/2022). Setelahnya pelatih kawakan Jerman itu akan berperan sebagai konsultan klub, sekaligus menangani timnas Austria. Sedangkan kursi manajer MU akan diduduki oleh Erik ten Hag.

Rangnick akan pergi dengan membawa rekor sebagai manajer terburuk MU dalam sejarah Premier League. The Red Devils juga dipastikan akan menyudahi 2021/2022 dengan jumlah poin paling rendah, sekalipun bisa mengalahkan Palace.

Pelatih berusia 63 tahun itu mengatakan, Manchester United jeblok setelah didepak Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Rangnick menyesal karena gagal membangun semangat tim yang lebih baik di antara pemain.

"Sejak Atletico, kami tidak mendapatkan bentuk dan performa kami lagi," ucap Rangnick dikutip Metro. "Itu pasti ada hubungannya dengan kepercayaan diri juga mentalitas, dan semangat tim. Ini adalah kekecewaan terbesar saya karena kami tidak dapat membangun semangat tim itu.

"Saya masih percaya bahwa ada pemain-pemain memiliki performa terbaik dan layak serta mampu bermain untuk klub ini. Mudah-mudahan mereka masih ada di sini di musim depan. Kalau kami mendatangkan pemain-pemain dengan mentalitas yang tepat, pemain-pemain berkualitas, saya yakin kami bisa mengembalikan klub ini ke jalurnya dan ke tempat terbaik."

"Mungkin tidak akan terjadi dalam satu jendela transfer, tapi saya sangat percaya bahwa itu bisa terjadi di dua atau tiga jendela transfer," lugas Rangnick tentang Manchester United.



Simak Video "Gol Marcos Alonso Jadi Penyelamat Chelsea dari Kekalahan "
[Gambas:Video 20detik]
(rin/rin)