Pemerintah Inggris Beri Izin Penjualan Chelsea ke Todd Boehly

ADVERTISEMENT

Pemerintah Inggris Beri Izin Penjualan Chelsea ke Todd Boehly

Adhi Prasetya - Sepakbola
Rabu, 25 Mei 2022 22:00 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 04: The Chelsea club badge on 
a flag during the Pre Season Friendly match between Chelsea and Tottenham Hotspur at Stamford Bridge on August 04, 2021 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Pemerintah Inggris beri lampu hijau proses akuisisi Chelsea. Foto: (Getty Images/Catherine Ivill)
Jakarta -

Pemerintah Inggris telah menyetujui proses akuisisi Chelsea dari tangan Roman Abramovich kepada konsorsium yang dipimpin Todd Boehly. Hal ini menjadi angin segar untuk The Blues.

Dilaporkan The Guardian, izin penjualan Chelsea diberikan pada Selasa (24/5) malam waktu setempat, setelah Abramovich selaku pemilik saat ini telah menyetujui persyaratan yang diajukan Pemerintah Inggris.

Pemerintah Inggris telah memastikan bahwa proses akuisisi ini tak akan memberi keuntungan apapun pada Abramovich, yang sedang disanksi akibat kedekatannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin yang memerintahkan serangan ke Ukraina.

Akuisisi Chelsea oleh Boehly dkk menelan biaya 4,25 miliar Pound, yang dibagi menjadi dua tahap. 2,5 miliar Pound pertama menjadi nilai penebusan dan akan disimpan di rekening khusus, dan nantinya akan dipakai untuk membantu korban perang Ukraina.

Sedangkan 1,75 miliar Pound sisanya akan disuntik untuk kepentingan klub. Abramovich tak akan memiliki pengaruh atas uang tersebut. Ia juga setuju secara hukum bahwa uang 1,6 miliar Pound yang dipinjamkan kepada Chelsea akan masuk ke dalam rekening yang diawasi Pemerintah Inggris.

"Pemerintah Inggris telah mencapai posisi di mana kami akan mengeluarkan izin penjualan Chelsea. Menyusul turunnya sanksi terhadap Roman Abramovich, pemerintah bekerja keras memastikan Chelsea bisa terus bermain. Namun sikap kami selalu jelas, masa depan klub hanya bisa berlanjut di tangan pemilik baru."

"Sekarang kami akan memulai proses untuk memastikan hasil penjualan ini digunakan untuk tujuan kemanusiaan di Ukraina, membantu korban perang. Langkah yang diambil hari ini telah mengamankan masa depan aset budaya yang penting dan juga melindungi suporter serta komunitas sepakbola secara lebih luas," bunyi pernyataan Pemerintah Inggris.

Berakhir sudah 19 tahun era 'Roman Empire' di London. Selama itu, Chelsea sudah meraih segala trofi yang bisa diraih di level domestik, Eropa, hingga dunia. Dengan turunnya izin ini, maka sanksi untuk Chelsea pun dipastikan akan lepas.

(adp/ran)