ADVERTISEMENT

Ronaldo Ingin Cabut, MU Sudah Siap?

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 04 Jul 2022 18:34 WIB
BRIGHTON, ENGLAND - MAY 07: Cristiano Ronaldo of Manchester United in action during the Premier League match between Brighton & Hove Albion and Manchester United at American Express Community Stadium on May 07, 2022 in Brighton, England. (Photo by Ash Donelon/Manchester United via Getty Images)
Foto: Manchester United via Getty Imag/Ash Donelon
Manchester -

Cristiano Ronaldo dikabarkan ingin meninggalkan Manchester United musim panas ini. Setan Merah sudah siap ditinggal CR7?

Laporan The Times menyebut, Ronaldo mendesak pergi pada musim panas ini. Pemain Portugal itu kabarnya ingin bermain di Liga Champions, sesuatu yang tak bisa dipenuhi MU musim depan.

MU memang takkan bermain di Liga Champions musim depan. Sebab, Ronaldo dkk finis keenam di klasemen Liga Inggris, sehingga cuma bisa berlaga di Liga Europa.

Jika ditinggal Ronaldo, MU jelas akan mengalami kerugian besar. Pasalnya, pemain berusia 37 tahun itu masih menjadi tulang punggung tim.

Cristiano Ronaldo membuat 24 gol untuk Manchester United musim lalu. Tak ada pemain lain, yang lebih muda sekali pun, menyaingi catatannya.

Roy Keane, eks kapten MU, mengutarakan pandangannya soal keberadaan Ronaldo di MU, beberapa waktu lalu. Mantan gelandang klub itu menilai Ronaldo bisa menjadi solusi atas permasalahan tim, sehingga tak seharusnya dilepas.

"Itu adalah perbaikan jangka pendek, untuk para penggemar, untuk harga saham. Tapi dia juga masih mencetak gol," kata Keane kepada Sky Sports.

"Saya hanya berpikir dengan gol yang dia dapatkan, penampilannya, jaminan berada di klub. Tetapi Manchester United harus mendapatkan pemain di sekitarnya, mereka harus mendapatkan striker lain, harus ada persaingan untuk mendapatkan tempat."

"Jika pencetak gol terbanyak, sosok yang Anda andalkan, sudah berusia 37 tahun, itu tentu tidak bagus. Tetapi, saya pasti akan mempertahankan Ronaldo."

"Mungkin ada percakapan yang perlu dilakukan tentang cara Anda akan bermain, atau Anda tidak akan bermain setiap pekan. Tapi, mengapa Anda menyingkirkan pemain yang mencetak banyak gol? Saya tidak melihat logika di dalamnya," katanya.

(yna/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT