ADVERTISEMENT

MU Incar Rabiot, Why?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Rabu, 10 Agu 2022 10:40 WIB
TURIN, ITALY - JULY 19: Adrien Rabiot of Juventus during a training session at JTC on July 19, 2022 in Turin, Italy. (Photo by Daniele Badolato - Juventus FC/Juventus FC via Getty Images)
Rabiot saat menjalani latihan Juventus pada Juli lalu. Foto: Juventus FC via Getty Images/Daniele Badolato - Juventus FC
Jakarta -

Upaya Manchester United untuk mendatangkan Adrien Rabiot dari Juventus dipertanyakan sejumlah pihak. Apa sebetulnya yang dicari manajer Erik ten Hag dari gelandang tengah asal Prancis itu?

Juventus dilaporkan sudah setuju melepas Rabiot ke MU dengan harga 17 juta Euro plus bonus. Setan Merah tinggal menyelesaikan kesepakatan pribadi dengan si pemain. Bagi Bianconeri, lebih baik melepasnya sekarang ketimbang pergi secara gratis tahun depan.

Namun apa yang dilakukan MU menimbulkan tanda tanya, sebab kariernya di Juventus tidaklah istimewa, meski tak buruk juga. Ia tampil 129 kali, mencetak enam gol dan enam assist. Tak tampak seperti kreator serangan ulung nan jenius.

Jangan pesimis dulu. Perlu diperhatikan bahwa Rabiot sepanjang kariernya hanya bermain di dua klub besar, yakni Paris Saint-Germain dan Juventus. Ia juga dilatih sejumlah pelatih ternama.

Sebut saja Didier Deschamps, Carlo Ancelotti, Unai Emery, Thomas Tuchel, Maurizio Sarri, hingga Massimiliano Allegri. Selain itu, ia rutin mendapat panggilan Timnas Prancis dalam dua tahun terakhir, yang artinya ia bukan pemain kacangan.

Bisa jadi, Ten Hag sebagai juru taktik pun melihat sesuatu dalam diri Rabiot, yang luput dari orang biasa. Mungkin saja ia memang menjadi tambahan berguna untuk MU.

Menurut analisis Sky Sports, upaya MU mengejar Rabiot bisa dikaitkan dengan kekalahan 1-2 atas Brighton & Hove Albion akhir pekan lalu. Double pivot MU saat itu, Scott McTominay dan Fred menjadi sorotan.

Fred ditempatkan sebagai gelandang bertahan, sementara McTominay bermain lebih maju. Namun mereka sulit mengalirkan bola dengan baik dari belakang ke depan, membuat Brighton lebih berani melakukan pressing.

Rabiot datang untuk mengatasi kurangnya kedalaman di posisi tersebut selepas ditinggal Nemanja Matic dan Paul Pogba. Ia bisa bermain baik di posisi Fred atau McTominay, dan sudah dilakukannya sejak masih berseragam PSG.

Adrien RabiotStatistik Adrien Rabiot bersama Juventus musim lalu. Foto: Dok. Sky Sports
Adrien RabiotPosisi bermain Adrien Rabiot. Foto: Dok. Transfermarkt

Secara teknik, Rabiot dinilai lebih baik dari keduanya. Statistik bertahannya pada musim lalu lebih baik dari para gelandang MU. Ia juga siap bermain 'keras', serta mampu merusak permainan lawan.

Dalam 90 menit, ia mampu memenangi 7,3 duel, 2,5 tekel, dan hanya 0,8 kali dilewati lawan. Angka ini tentu bisa didiskusikan, mengingat ia bermain di liga yang berbeda. Namun tetap bisa menjadi pertimbangan.

Memang ia punya kelemahan. Untuk urusan memberi umpan kunci, ia bukan yang terbaik. Ini memberi kekhawatiran pada MU yang bermain dengan build-up dari belakang. Namun kehadirannya tetap diperlukan untuk MU, yang saat ini memang kekurangan gelandang.

Adrien RabiotStatistik bertahan Adrien Rabiot dibandingkan gelandang MU lainnya. Foto: Dok. Sky Sports

Hadirnya Rabiot tak serta merta menyelesaikan masalah MU. Namun lebih baik daripada tak ada sama sekali, terlebih Frenkie de Jong sulit diboyong dari Barcelona.

(adp/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT