ADVERTISEMENT

Ramai-ramai Teken Petisi: Tolak Anthony Taylor Jadi Wasit Chelsea!

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 15 Agu 2022 11:00 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 14:  Referee Anthony Taylor during the Premier League match between Chelsea FC and Tottenham Hotspur at Stamford Bridge on August 14, 2022 in London, United Kingdom. (Photo by Marc Atkins/Getty Images)
Wasit Anthony Taylor. (Foto: Marc Atkins/Getty Images)
London -

Kepemimpinan Anthony Taylor disorot pada laga Chelsea vs Tottenham Hotspur. Wasit berusia 43 tahun itu diminta jangan lagi memimpin pertandingan The Blues.

Chelsea dibuat kesal kepemimpinan Taylor, saat melawan Tottenham di Stamford Bridge, Minggu (14/8/2022). Ada beberapa keputusan sang pengadil yang dianggap merugikan.

Setelah Chelsea unggul 1-0 di babak pertama lewat gol Koulibaly, Tottenham bisa membuat gol di babak kedua dengan proses yang kontroversial. Sebelum Pierre-Emile Hoejbjerg menjebol gawang Edouard Mendy, Kai Havertz sempat dilanggar Rodrigo Bentacur dari belakang di lapangan tengah Tottenham.

Serangan balik Tottenham kemudian bisa berbuah gol. Manajer Chelsea sampai mencak-mencak dan ribut dengan Antonio Conte, manajer Tottenham, di pinggir lapangan.

Belum sampai di situ, Taylor kembali dipertanyakan ketika Tottenham bisa memaksakan hasil imbang 2-2, setelah The Lilywhites sempat ketinggalan lagi lewat gol Reece James. Itu terjadi saat Harry Kane bikin gol.

Dalam situasi corner, terlihat Christian Romero menarik rambut Marc Cucurella sampai bek Chelsea terjatuh. Taylor berada di belakangnya, namun tak menggubrisnya. Gol Tottenham tetap disahkan, yang memantik keributan setelah laga usai.

Tak lama berselang, fans Chelsea ramai-ramai membuat petisi soal Taylor, usai dirugikan dalam laga melawan Tottenham Hotspur. Pendukung Si Biru mendesak agar Anthony Taylor tak lagi memimpin pertandingan Chelsea.

Dilihat hingga pagi ini, petisi yang digagas CFC Dubois itu sudah mendapat tanda tangan mencapai 62 ribu lebih, dan masih terus bertambah. Mereka mendesak agar wasit asal Inggris itu tak lagi memimpin pertandingannya.

Usai laga, Tuchel sendiri mengecam keras Taylor. Ia juga terang-terangan sebaiknya Taylor tak lagi memimpin pertandingan timnya.

"Mungkin itu akan lebih baik," ujar Tuchel saat ditanya apakah Taylor sebaiknya tidak memimpin pertandingan Chelsea lagi, seperti dilansir Sky Sports.

"Tapi sejujurnya, kita juga punya VAR untuk membantu mengambil keputusan yang tepat. Sejak kapan pemain bisa ditarik rambutnya? Sejak kapan itu? Dan kalau dia tidak lihat, saya tidak menyalahkannya."

Hasil ini membuat Chelsea dan Tottenham Hotspur gagal menang di pekan keduanya. Dua raksasa London itu sama-sama mengoleksi 4 poin, namun Tottenham berada di peringkat 4, sementara di atas Chelsea yang berada di posisi 7, karena unggul selisih gol.

(yna/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT