ADVERTISEMENT

Tuchel Tolak Permintaan Maaf Wasit VAR soal Insiden Romero-Cucurella

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Sabtu, 20 Agu 2022 11:00 WIB
Chelseas head coach Thomas Tuchel, right, reacts during the English Premier League soccer match between Chelsea and Tottenham Hotspur at Stamford Bridge Stadium in London, Sunday, Aug. 14, 2022. (AP Photo/Ian Walton)
Thomas Tuchel tidak terkesan dengan permintaan wasit VAR soal kesalahan dalam insiden jambak rambut Marc Cucurella (Foto: AP/Ian Walton)
Jakarta -

Wasit VAR Mike Dean meminta maaf soal kesalahannya dalam insiden jambak rambut Marc Cucurella. Manajer Chelsea Thomas Tuchel tak terkesan dengan permintaan maaf itu.

Laga Chelsea vs Tottenham Hotspur di Stamford Bridge akhir pekan lalu diwarnai kontroversi. Kubu Chelsea mengklaim telah dirugikan oleh wasit Anthony Taylor.

Manajer Chelsea Thomas Tuchel menyebut dua gol Tottenham tidak sah. Satu insiden yang kemudian jadi pembicaraan adalah saat Cristian Romero menarik rambut Marc Cucurella sebelum gol Harry Kane, yang membuyarkan kemenangan Chelsea di injury time.

Belum lama ini, wasit Mike Dean yang bertugas di ruang VAR mengaku membuat kesalahan. Lewat sebuah kolom di Daily Mail, Dean menyebut seharusnya meminta Taylor untuk melihat monitor di pinggir lapangan untuk mengecek insiden tersebut.

Thomas Tuchel menilai aneh ketika permintaan maaf ofisial pertandingan justru dilakukan lewat kolom di media massa. Dia juga kekeh menilai keputusan wasit di laga melawan Tottenham lebih dari sekadar keputusan buruk.

"Saya tidak akan butuh waktu selama ini setelah melakukan kesalahan untuk mengakui kalau saya salah," ujar Tuchel seperti dilansir Guardian.

"Dalam 99% keputusan kita bicara soal handball dan tidak handball, kadang saya tidak sepenuhnya paham aturannya dan selalu ada penjelasan. Tapi saya kira ini kesalahan di level baru, kesalahan yang sangat jelas dengan konsekuensi begitu besar, langsung ke hasil pertandingan."

"Itu sangat, sangat sulit untuk diterima dan dipahami, dan yang tidak bisa saya mengerti adalah seorang laki-laki dewasa, apalagi wasit, butuh waktu dari Minggu sampai Jumat untuk mengakui kesalahan ini. Saya tidak terkesan dengan bagaimana itu (permintaan maaf) ditulis," kata Thomas Tuchel.

(nds/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT