ADVERTISEMENT

Wasit VAR Mike Dean Akui Salah dalam Insiden Romero-Cucurella

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 19 Agu 2022 06:00 WIB
The referee Mike Dean warming up before the Premier League match between Chelsea and Watford at Stamford Bridge, London on Sunday 22nd May 2022.  (Photo by Ivan Yordanov/MI News/NurPhoto via Getty Images)
Wasit VAR Mike Dean akui salah di laga Chelsea vs Tottenham Hotspur. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jakarta -

Wasit VAR Premier League Mike Dean mengaku salah di laga Chelsea Vs Tottenham Hotspur. Ia yang bertugas di ruang kontrol tak memanggil wasit untuk mengecek monitor.

Laga Chelsea vs Tottenham Hotspur di Stamford Bridge pekan lalu diwarnai kontroversi, dengan kedua tim berimbang 2-2. Kubu tuan rumah mengklaim telah dirugikan wasit Anthony Taylor karena merasa dua gol Tottenham tak sah.

Gol Pierre-Emile Hojbjerg dianggap tidak sah karena adanya pelanggaran terhadap Kai Havertz lebih dulu, Richarlison offside, dan pandangan Edouard Mendy terhalang. Kontroversi menguat ketika Harry Kane bikin gol kedua, dengan sebelumnya diwarnai insiden jambakan Cristian Romero terhadap Marc Cucurella.

Insiden jambakan terhadap Cucurella itu menjadi polemik, karena aturan hukum sepakbola tak secara spesifik menyebut tarikan rambut sebagai pelanggaran. Keputusan dikembalikan ke wasit, apakah menilai kejadian itu cukup untuk dianggap sebagai tindakan kekerasan atau tidak.

Momen itu makin jadi sorotan utama karena gol Harry Kane praktis tercipta di detik-detik terakhir dan menggagalkan kemenangan Chelsea. Nah, belakangan wasit Mike Dean yang saat itu bertugas di ruang Video Assistant Referee (VAR) mengaku melakukan kesalahan.

"Tidak ada wasit yang ingin pulang dari sebuah laga mengetahui bahwa mereka seharusnya membuat keputusan berbeda. Terkadang melihat kembali kejadiannya, Anda menyadari bisa bertindak berbeda," tulisnya dalam kolom di Daily Mail.

"Pada gol kedua dari Harry Kane, saya meminta wasit Anthony Taylor untuk menunggu sementara saya mengecek insiden yang melibatkan pemain Tottenham Cristian Romero dan pemain Chelsea Marc Cucurella."

"Saya tak bisa menghadiahkan tendangan bebas sebagai VAR, tapi saya bisa merekomendasikan ke Taylor untuk ke area peninjauan, untuk mempertimbangkan kemungkinan kartu merah. Dalam beberapa detik saya harus mempelajari jambakan Romero terhadap Cucurella, saya tak menganggapnya sebagai tindakan kekerasan."

"Saya sudah mempelajari rekamannya, berbicara dengan wasit-wasit lain, dan setelah merenung, saya seharusnya meminat Taylor untuk melihat monitr di samping lapangan untuk mengeceknya sendiri. Wasit di lapangan selalu punya keputusan akhir."

"Ini menunjukkan bahwa seberapa pengalamannya Anda, dan saya sudah lebih dari dua dekade jadi ofisial Premier League, Anda selalu belajar. Ini mengecewakan buat saya, karena ini satu insiden di akhir pekan yang sangat bagus dari para ofisial kami," ungkap Mike Dean.



Simak Video "Arsenal Menang, Sejarah Baru Terukir di Liga Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT