Antony Terbebani Harga Transfernya yang Mahal, tapi..

ADVERTISEMENT

Antony Terbebani Harga Transfernya yang Mahal, tapi..

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 22 Sep 2022 00:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 04: Antony Matheus dos Santos of Manchester United during the Premier League match between Manchester United and Arsenal FC at Old Trafford on September 4, 2022 in Manchester, United Kingdom. (Photo by Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images)
Antony terbebani harga transfernya yang mahal (Getty Images/Robbie Jay Barratt - AMA)
Paris -

Antony mengaku terbebani dengan harga transfernya yang mahal. Tapi, dia bakal berupaya tampil semaksimal mungkin untuk Manchester United.

Antony didatangkan dari Ajax Amsterdam musim panas lalu dengan banderol 100 juta euro, yang menjadikannya salah satu pembelian termahal MU. Transfer ini lantas disorot publik karena Antony dinilai kemahalan.

Pasalnya, MU bisa saja mendapatkan Antony dengan harga lebih murah andaikan mereka melakukan negosiasi lebih dini. Namun, MU saat itu masih berkutat dengan beberapa pemain buruannya yang akhirnya gagal didapatkan.

Harga mahal sudah pasti akan mendatangkan konsekuensi untuk selalu tampil bagus, tidak peduli siapapun lawannya. Itulah yang akan selalu dipikul Antony setiap turun ke lapangan.

Pemain asal Brasil tersebut menyadari beban harga transfernya, terlebih bermain di liga seketat Premier League. Meski demikian, Antony cuma mau tampil sebaik mungkin mengingat Piala Dunia 2022 menunggu di depan mata.

"Saya sangat senang bisa gabung Manchester United. Memang itu membawa beban, karena saya main di Premier League, semua tahu tantangannya lebih sulit. Sangat penting bagi saya bermain di liga besar untuk modal ke Piala Dunia," ujar Antony seperti dikutip Globo Esporte.

Antonya sejauh ini sudah tampil tiga kali di seluruh kompetisi dengan torehan satu gol. Gol itu dibuat pada laga debut saat MU mengalahkan Arsenal 3-1 dua pekan lalu.

Performa itu bakal jadi modal Antony untuk bisa beradaptasi secepatnya di MU sekaligus menaklukkan Premier League.

"Setiap menghadapi tantangan baru, saya selalu mengingat perjalanan saya hingga saat ini. Saya tahu betapa sulitnya saat berganti negara, berganti liga, tapi jika melihat lagi perjalanan karier saya, itu memotivasi untuk mengejar yang lebih baik lagi."

(mrp/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT