ADVERTISEMENT

Usai Dipecat Chelsea, Tuchel Terancam Diusir dari Inggris!

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 23 Sep 2022 20:40 WIB
ZAGREB, CROATIA - SEPTEMBER 06: Thomas Tuchel, Manager of Chelsea speaks to the media in the post match speaks to the media in the post match press conference conference after their sides defeat during the UEFA Champions League group E match between Dinamo Zagreb and Chelsea FC at Stadion Maksimir on September 06, 2022 in Zagreb, Croatia. (Photo by Jurij Kodrun/Getty Images)
Foto: Getty Images/Jurij Kodrun
London -

Nasib apes Thomas Tuchel belum berhenti. Usai dipecat Chelsea, manajer asal Jerman itu kini terancam diusir dari Inggris.

Melansir Telegraph, Tuchel terancam ditendang dari Inggris. Masalah visa penyebabnya.

Tuchel datang ke Inggris dengan aturan setelah Brexit ditetapkan. Kini, pria berusia 49 tahun itu disebut hanya punya waktu 90 hari sejak pemecatannya di Chelsea, untuk bisa bertahan di Inggris.

Tuchel dan perwakilannya, menurut laporan, kabarnya akan emita kejelasan. Situasi itu membuatnya tak bisa membuat rencana masa depan.

"Kami akan bertindak sesuai dengan aturan Inggris dan menyesuaikan semua rencana masa depan. Keputusan akhir belum dibuat," katanya.

Thomas Tuchel sendiri dipecat Chelsea pada 7 September lalu, usai The Blues kalah 0-1 dari Dinamo Zagreb di Liga Champions. Kabarnya, pemilik klub Todd Boehly sudah tak senang karena sikap sang manajer di bursa transfer.

Boehly, yang baru mengakuisisi klub, sempat berencana mendatangkan Cristiano Ronaldo. Namun Tuchel menolaknya, dan ditengarai menjadi penyebabnya ditendang sang pemilik.

Pemecatan Tuchel cukup disorot, karena eks pelatih Borussia Dortmund dan Paris Saint-Germain itu sedianya sudah memberi prestasi. Chelsea bisa diantaranya memenangi Liga Champions di enam bulan pertamanya, kemudian merebut trofi Piala Super Eropa dan terakhir Piala Dunia Antarklub.

Kini Thomas Tuchel masih menganggur setelah dipecat Chelsea. Namun, ia sudah dikaitkan dengan sejumlah klub. Salah satunya adalah Bayern Munich, raksasa Bundesliga.

(yna/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT