Calciopoli Pengaruhi Premiership
Selasa, 25 Jul 2006 15:16 WIB
London - Calciopoli tidak cuma berdampak di Italia. Di Inggris, UEFA membuat seruan agar kasus yang sama tidak terjadi di Premiership. Seruan yang dimaksud UEFA berkaitan dengan penunjukan wasit di kompetisi paling bergengsi Inggris itu. Premier League memiliki saham di Professional Game Match Officials (PGMO). Hal itu menimbulkan kekhawatiran kalau liga (yang terdiri dari wakil-wakil klub) akan mempengaruhi penunjukan wasit. Sistem yang diterapkan Premiership sekarang memiliki kemiripan dengan Seri A, yang didalamnya marak dengan praktik-praktik kolusi wasit. Oleh karena itu UEFA menyerukan agar asosiasi wasit hanya dimiliki sahamnya oleh Football Association (PSSI-nya Inggris) saja. Keterlibatan klub dalam penunjukan wasit tidak cuma melanggar aturan FIFA dan UEFA, hal itu juga bisa berakibat sama seperti di Italia. "Penunjukan wasit semestinya independen dari pengaruh klub dan liga," jelas direktur komunikasi William Gaillard seperti dilansir Guardian, Selasa (25/7/2006)."Kompetisi yang tidak menerapkan hal itu melanggar statuta FIFA dan UEFA. PGMO merupakan pelanggaran dari itu. Inggris meresponnya dengan mengatakan kalau kami jujur tetapi itu tidak cukup. Harus ada jawaban yang sistematis atas masalah ini," tambahnya. Seruan UEFA sendiri sudah ditanggapi oleh FA. Namun dalam penjelasannya FA hanya menegaskan kalau skandal itu tidak mungkin terjadi di Inggris. "Kami sudah membangun struktur yang independen dalam hal perwasitan," kata jubir Premier League. "Football League, Premier League, dan wakil FA di PGMO memiliki hak yang sama mengenai bagaimana organisasi ini bekerja dan kami juga punya hak pilih yang sama," tukasnya lagi. Skandal pengaturan skor (calciopoli) di Italia sebelumnya sudah mempengaruhi Turki. Di negara itu, FA Turki tengah melakukan penyelidikan atas dugaan pengaturan skor oleh klub peserta divisi utama, Denizlispor. (mel/)











































