Susahnya Liverpool Bikin Gol
Selasa, 21 Nov 2006 10:57 WIB
Jakarta - Pada akhirnya orang lebih menantikan gol ketimbang melulu melihat permainan atraktif tapi mandul. Liverpool punya masalah dengan itu, lebih-lebih jika bermain di kandang lawan.Dua pekan lalu, misalnya, Liverpool bermain ofensif hampir sepanjang pertandingan. Namun mereka kecolongan gol yang membuatnya kalah 0-3 dari Arsenal di Emirates Stadium.Akhir minggu lalu kondisi serupa terjadi di Riverside Stadium. Mendominasi Middlesbrough, berkali-kali Dirk Kuyt dkk tak mampu menjebol gawang tuan rumah, yang juga tertolong oleh penampilan brilian kiper Mark Schwarzer. Hasilnya, anak-anak Merseyside pulang membawa skor kacamata.Manajer Rafa Benitez pun mulai frustasi. Ia menyadari, bermain terbuka adalah sebuah tuntutan untuk pula menghibur penonton. Namun tidaklah ada kemenangan tanpa ada gol."Saya merasa kami pantas memenangi pertandingan ini," kata Benitez usai pertandingan melawan The Boro. "Tapi jika Anda ingin menang, maka Anda harus mencetak gol." Sampai pekan ke-13 Liverpool baru memproduksi 14 gol, atau setengah dari yang sudah dihasilkan pimpinan klasemen sementara Manchester United. Dari 14 gol tersebut, 13 di antaranya didulang di kandang sendiri. Artinya, begitu sulit The Reds menggoyang jala tim-tim tuan rumah.Harap catat, gol tunggal Liverpool di markas lawan pun terjadi sudah lama, yakni di pekan pertama, saat menahan Sheffield United 1-1 di Bramall Lane. Juga garis bawahi, gol tersebut lahir dari titik penalti yang dieksekusi Robbie Fowler.Total, dalam tujuh kali lawatan, Steven Gerrard cs belum pernah menang tapi kalah lima kali, termasuk dari rival-rival kuat mereka seperti Chelsea, Manchester United, dan Arsenal. Dirunut ke belakang, dalam dua musim sebelumnya Liverpool juga tidak bagus dalam produktivitas gol. Di musim 2005/2006, meskipun finis di urutan tiga, namun mereka hanya menghasilkan 57 gol dari 38 pertandingan. Perbandingannya, sang juara Chelsea dan runner up MU mampu mengantongi 72 gol, sedangkan peringkat empat Arsenal mengemas 68.Musim lalu torehan mereka lebih buruk, hanya membukukan 52 gol dari jumlah pertandingan yang sama, tetap kalah produktif dari tiga rival tradisionalnya itu. Dari aspek materi pemain, Liverpool selalu punya penyerang maupun gelandang serang top, mulai dari Milan Baros, Djibril Cisse, Fernando Morientes, Florent Sinama-Pongolle, sampai Gerrard, Harry Kewell, Luis Garcia, Peter Crouch, Craig Bellamy, Fowler dan Kuyt. Namun ketenaran mereka belum berbanding lurus dengan kelancaran Liverpool menghasilkan banyak gol.Benitez tak mungkin selalu menjadikan Kuyt -- topskor saat ini dengan lima gol --sebagai tumpuan utama bikin gol. Ia pasti berharap sembilan pemain lainnya di lapangan -- minimal yang berposisi striker -- bisa menajamkan kemampuannya mencetak gol. Karena tanpa gol, mana mungkin kemenangan bisa diraih. (a2s/mel)











































