Untung Liverpool-Arsenal Menang
Senin, 22 Jan 2007 09:14 WIB
Jakarta - Kalau dituliskan "untung Liverpool dan Arsenal menang", fans Manchester United dan Chelsea barangkali sebal. Tapi kompetisi justru tetap kompetitif karena The Big Four masih ada.Sejak Sabtu (20/1/2007) malam kemarin sampai 10 menit menjelang akhir laga Arsenal vs MU dinihari tadi tadi, pendukung "Setan Merah" tentu bersiap menggelar pesta kecil-kecilan, baik di Emirates Stadium maupun di mana saja mereka berada. Gol Wayne Rooney -- sekaligus menyudahi kemandulannya dalam tujuh laga terakhir -- ternyata bisa dibalas Robin van Persie di menit 83. Oke, satu poin masih lumayan daripada tidak sama sekali, mungkin begitu pikir mereka. Tapi sial, di menit ketiga injury time Theirry Henry membongkar gawang Edwin van der Sar lewat sundulannya. Pesta pun batal.MU dan pendukungnya pantas kecewa karena kesempatan untuk kian jauh meninggalkan Chelsea lepas begitu saja. Sebaliknya, Chelsea dan suporternya sedikit lega karena kekalahan mereka dari Liverpool tidak diperburuk oleh kemenangan rivalnya itu.Sejak Tahun Baru Chelsea sudah dua kali mendapat "bonus". Ketika mereka bermain 2-2 melawan Fulham, MU pun ditahan Newcastle United 2-2. "Menurutku MU yang gagal karena tidak mengambil keuntungan dari momen buruk kami," begitu cara Jose Mourinho ngeles.Ferguson mangkel karena timnya tak punya alasan untuk jadi kalah tadi malam. Tapi skor sudah tercatatkan. "Kami takkan kalah seperti itu lagi," tekad manajer asal Skotlandia itu.Di kubu Chelsea, Mourinho tidak boleh sebatas bertekad. Ia wajib segera menyelesaikan masalah interen yang diakuinya sendiri mempengaruhi permainan Frank Lampard dkk saat bertandang ke Anfield. Ia boleh "berdingin-dingin ria" dengan Roman Abramovich, tapi fans sudah ingin melihat The Blues akrab dengan kemenangan. Sudah hampir satu bulan Chelsea tidak beranjak dari ketinggalan enam angka dari MU."Sisi baik" dari kekalahan MU dan Chelsea tentu saja menggeliatnya lagi Liverpool dan Arsenal. Buat mereka kompetisi memperebutkan titel Premiership belum habis, walaupun tetap membutuhkan perjuangan ekstra. Jarak 11 poin The Reds dan 12 angka The Gunners dari MU secara matematis masih sangat mungkin direduksi dalam 14 pertandingan sisa.Liverpool sejauh ini sudah bisa melupakan horor dua kekalahan telak dari Arsenal di Piala Carling dan Piala FA. Toh memang hanya kontinyuitas kemenangan yang bisa menjaga kans mereka di rel juara. Demikian pula Arsenal, yang terus membaik sejak Henry pulih dari cedera.Kesimpulannya, Liga Inggris belum jadi milik MU dan Chelsea. Liverpool dan Arsenal sudah kembali masuk jalur persaingan. Lebih seru lagi kalau sampai tiga setengah bulan ke depan kompetisi tetap melibatkan The Big Four, karena keutamaan tim terbaik adalah jika telah mengalahkan tim-tim terbaik lainnya. (a2s/lom)











































