Demi Titel, Demi Gengsi

Final Piala Liga Inggris

Demi Titel, Demi Gengsi

- Sepakbola
Jumat, 23 Feb 2007 10:34 WIB
Demi Titel, Demi Gengsi
Jakarta - Ini bukan derby London penuh historis. Final Piala Liga Inggris yang mempertemukan Chelsea dengan Arsenal "sekadar" momen memungut titel dan menjaga gengsi.Walaupun sama-sama berbasis di London, tapi duel mereka relatif tidak terlalu tinggi kadar "derby-sitas"-nya. Apalagi klub London jumlahnya cukup banyak. Yang paling menguras emosi adalah Arsenal-Tottenham Hotspur karena markas kedua klub London utara itu hanya berjarak sekitar empat kilometer.Tapi Tottenham tidaklah sebesar Chelsea, setidaknya sejak Roman Abramovich datang. Alhasil pertemuan The Blues versus The Gunners lebih sarat pada persaingan antardua klub elit yang memiliki skuad mentereng dan manajer kelas dunia.Jose Mourinho dan Arsene Wenger adalah figur-figur yang punya gengsi super tinggi. Jika menelan kekalahan, hal pertama yang dikomentari adalah performa timnya, lalu wasit, baru kemudian tim lawan. Yang terakhir pun tidak selalu berisi pujian kecuali tidak kalah telak-telak amat.Secara pribadi Mourinho dan Wenger juga sering melancarkan perang kata-kata dan nyaris berujung di pengadilan. Gara-garanya Mourinho keceplosan (atau sengaja?) menyebut Wenger "voyeur" alias tukang intip. Wenger berang dan sempat berniat menuntut Mourinho. Belakangan keduanya berdamai dan mengurangi kebiasaan saling serang.Tapi reputasi tidaklah bisa didamaikan. Arsenal tentu iri dengan sukses Chelsea yang mampu mengumpulkan tiga tropi juara di level domestik dalam dua musim terakhir (dua titel Premiership dan satu Piala Carling).Arsenal, yang gelar terakhirnya adalah Piala FA musim 2004/2005, sekali lagi harus mengoptimalkan setiap kesempatan yang ada agar tidak bertangan hampa di musim ini. Di kancah Premier League peluang mereka boleh dibilang sudah habis. Jadi, Piala Liga adalah sebuah kesempatan besar yang paling dekat, sebelum mencobanya juga di Piala FA dan Liga Champions, di mana Thierri Henry cs masih bertahan.Di pihak Chelsea, tropi turnamen apapun tetap punya nilai penting untuk sebuah klub yang dibangun dengan harga ratusan juta poundsterling. Liga Champions dan Premiership boleh saja dijadikan Mourinho sebagai prioritas utama, tapi kalau sudah masuk final Piala Carling, kenapa harus dilepaskan?Pertandingan Chelsea-Arsenal digelar di Millenium Stadium hari Minggu (25/2/2007). Di stadion di kota Cardiff, Wales, itu masing-masing tim memiliki kenangan. Dua tahun lalu Chelsea mengalahkan Liverpool 3-2 di ajang yang sama, yang juga merupakan titel pertama yang disumbangkan Mourinho untuk publik Stamford Bridge.Mereka juga menundukkan Arsenal di tahun 2005 dalam laga Community Shield. Namun Arsenal punya memori lebih manis di Cardiff karena mengalahkan Chelsea di kompetisi yang lebih bergengsi, yakni Piala FA, di tahun 2002. (a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads