Merancang Masa Depan ala Fergie
Rabu, 06 Jun 2007 07:17 WIB
London - Ada berbagai persoalan yang terkait dengan kesuksesan satu klub. Kemenangan di lapangan jelas tujuan akhir yang mutlak. Tetapi proses untuk meraih kemenangan itu tidak kalah pentingnya. Dimulai jauh-jauh hari sebelum bola ditendang, jauh-jauh hari sebelum kompetisi dimulai.Ambil contoh seperti yang dilakukan Sir Alex Feguson dengan mengontrak Nani dari Sporting Lisbon dan Anderson dari Porto. Sepertinya sebuah proses biasa untuk memperkuat skuad tim yang sudah ada saja. Namun di dalamnya ada proses menggertak klub lain, unsur bisnis yang jeli, dan perubahan kebijakan klub dalam mengelola bakat sepakbola yang membutuhkan pemikiran panjang.Bayangkan, Manchester United baru saja memenangkan kompetisi liga utama Liga Inggris. Kompetisi yang lewat belum pupus hangatnya, musim transfer belum betul-betul dibuka; apa yang dilakukan Ferguson? Membeli dua bakat yang diperkirakan di masa depan akan bersinar tajam, plus bintang yang sudah mapan Owen Hargreaves. Total harga sekitar 50 juta poundsterling. Gertakan yang getarannya tidak hanya terasakan di Inggris tetapi juga Eropa. Belum-belum klub Inggris merasa putus asa. Mereka tahu betapa susahnya berhadapan dengan "Setan Merah" musim ini. Di atas kertas musim depan akan lebih susah lagi karena mestinya kemampuan MU akan meningkat lagi, setidaknya dari segi kebugaran karena tiga pemain yang masuk masih muda-muda. Perasaan ini tidak hanya menimpa klub menengah dan kecil, klub-klub elitpun merasa gerah.Benar MU hanya berhasil masuk semifinal Liga Champions. Namun klub-klub Eropa sadar bahwa intensi klub ini untuk menjadi raja Eropa tidaklah main-main. Mau tak mau mereka juga harus merancang langkah untuk menandinginya.Tetapi tunggu dulu. Lihatlah dari segi bisnis. Sungguh Ferguson cerdik. Dengan cepat membeli pemain ia telah menggoncang pasar Eropa. Ia teringat ketika menjadi korban permainan pasar saat ingin membeli Ronaldinho beberapa tahun silam. Harga Ronaldinho melambung terus hingga tak terjangkau lagi oleh MU karena klub-klub besar Eropa beradu kuat untuk membelinya. Ia menunggu terlalu lama.Ia kini membeli Nani dan Anderson dengan harga masing-masing sekitar 17 juta pounds. Padahal Nani baru lima atau enam kali memperkuat Portugal. Anderson bahkan belum pernah menembus tim senior Brasil. Klub-klub pemilik pemain internasional kini menahan diri untuk tidak menjual pemain mereka, melihat dulu pasar. Alasannya? Kalau MU mau membeli yang belum mapan di tim nasional dengan harga 17 juta Poundsterling, berapa harga pemain yang sudah mapan?Pasar menjadi goncang. Itulah sebabnya pasar transfer tidak segera ramai. Masing-masing klub masih berhitung dengan uang dan pemain yang mereka mau. Klub-klub besar harus berkantong lebih tebal. Perpindahan untuk sementara ini datang dari mereka dengan harga transfer bebas.Juga kalau Ferguson menunggu terlalu lama, harga Nani maupun Anderson akan meningkat dengan sangat tajam. Karena klub-klub besar Eropa sudah mulai melirik dan menimbang kedua pemain itu.Tentunya tujuan Ferguson yang utama bukan itu semua. Tujuannya adalah membangun tim yang betul-betul dominan sekaligus mempersiapkan pengganti bagi beberapa pemain senior yang akan segera mundur.Ferguson rupanya tidak ingin terlalu menyandarkan harapan pemain muda muncul semata-mata dari akademinya sendiri. Ia tetap mengandalkan akademi untuk memasoknya dengan pemain-pemain berbakat. Namun ia juga ingin membeli potensi dari lain tempat, bukan sekadar memadukan pemain berbakat didikan akademi dengan pemain matang dari luar.Pembelian Wayne Rooney dan Christiano Ronaldo yang masih belasan tahun beberapa waktu silam memperlihatkan kecenderungan itu. Dan itu diperkuat dengan pembelian Nani dan Anderson kali ini.Jadi? Kartu sudah digelar di atas meja oleh Ferguson. Kita tunggu reaksi klub klub lain. (lza/a2s)











































