MU Bisa, Mengapa Chelsea Tidak?

Jelang Reading vs Chelsea

MU Bisa, Mengapa Chelsea Tidak?

- Sepakbola
Selasa, 14 Agu 2007 11:34 WIB
MU Bisa, Mengapa Chelsea Tidak?
Jakarta - Pertanyaan ini dialamatkan untuk Reading. Jika skuad Steve Coppell bisa menahan Manchester United di laga sebelumnya, tak mustahil Chelsea pun mampu diatasi.Kalau berbicara kualitas individu, tentu saja Chelsea unggul mutlak. Tetapi soal permainan tim, Reading tidak bisa dianggap remeh. Bahkan dengan hanya 10 pemain, serangan pasukan "Setan Merah" berhasil diredam. Kekuatan utama Reading adalah koordinasi pertahanan yang solid. Ditambah keperkasaan kiper Marcus Hahnemann, memasukkan bola ke gawang Reading bukanlah hal mudah. Pada dua kali pertemuan musim lalu, Chelsea pun hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 di Stamford Bridge dan menang 1-0 di Madejski Stadium.Pada lagi hari Kamis, (16/8/2007) dini hari, Coppell kehilangan Dave Kitson yang mendapat kartu merah setelah dimasukkan hanya 37 detik. Wasit Rob Styles langsung mengusirnya karena melakukan tekel berbahaya terhadap Patrice Evra. Selain Kitson, kekuatan Reading cukup lengkap.Sebaliknya Chelsea masih dirundung masalah cedera. Michael Essien merupakan nama terakhir yang masuk ruang perawatan, meski tetap terbuka kemungkinan akan turun menghadapi Reading. Andriy Shevchenko masih berkutat dengan masalah punggung, Didier Drogba mungkin bisa diturunkan tetapi tidak penuh.Ini artinya the winning team yang menekuk Birmingham 3-2 akhir pekan lalu akan kembali diturunkan. Claudio Pizarro, Shaun Wright-Phillips dan Florent Malouda akan menjadi andalan.Namun pelajaran penting diakui pelatih Jose Mourinho. Lini belakangnya masih rawan. Terbukti Birmingham bisa memasukkan dua gol. Belum pulihnya John Terry terbukti masih jadi masalah. Tal Ben Haim yang didatangkan dari Bolton, bukanlah pengganti yang sebanding.Sepanjang sejarah Liga Inggris, Reading belum pernah menang atas Chelsea dari total delapan pertemuan. Namun The Blues pernah dibuat tak berkutik di Piala Liga, September 1987 dengan skor 3-1.Kemenangan memang menjadi target Coppell. Melihat timnya hanya bisa bertahan menghadapi MU, pelatih kelahiran Liverpool itu terusik. "Hal itu jelas mengganggu saya. Saya ingin orang berpikir bahwa kami tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa menyerang," tandasnya. (lom/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads