Saatnya Keano Bertemu Fergie
Rabu, 29 Agu 2007 14:17 WIB
Jakarta - "Pemanasan" Roy Keane sebagai manajer di Premier League rupanya tidak cukup bagus. Mungkin ia malah panas saat bertemu Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Sir Alex Ferguson akhir pekan ini.Pria Irlandia itu boleh menepuk dada saat membawa Sunderland menjuarai divisi I Liga Inggris musim lalu, di musim pertamanya sebagai manajer. Sampai level itu ramalan banyak orang terbukti: ia bakal jadi manajer yang sukses.Sunderland juga dibawanya comeback ke Premiership dengan kemenangan. Peringkat lima dalam dua musim terakhir, Tottenham Hotspur, ditundukkan 1-0 di Stadiumof Light lewat gol striker rekrutan Keane, Michael Chopra, di masa injury time. Di laga kedua 'Keano' -- panggilan akrab Keane -- terhambat. Justru oleh sesama tim promosi, Birmingham City, mereka ditahan 2-2. Tapi karena tampil away di St Andrews, sampai di situ Keano masih boleh disebut potensial.Setelah menang dan seri, kekalahan akhirnya dirasakan di partai ketiga. Melawan tim medioker Wigan di JJB Stadium, The Black Cats menyerah 0-3. Setelah kalah, Keane kalah lagi dan kalah lagi: 0-2 dari Liverpool dan 0-3 dari klub divisi II Luton di Piala Liga Inggris.Kesempatan memperbaiki kesalahan selalu datang untuk partai selanjutnya. Tapi jika yang ditemui hari Sabtu nanti adalah Manchester United, kesempatan tersebut bisa macam-macam: menang dan mengembalikan kepercayaan diri, kalah dan kian tertekan, atau sekadar ajang reuni dengan komunitas "Setan Merah" di Old Trafford.Duabelas tahun Keane menjadi bagian dari MU. Di sana ia memiliki segalanya: tropi juara, kharisma, pengaruh kuat, sampai caci maki atas kepribadiannya yang kerap kali 'miring'."Setiap kali saya melihat matanya, saya akan langsung berpaling. Saya bisa langsung melihat dia adalah seorang petarung, dan saya tak pernah mau macam-macam dengan dia. Di kehidupan lain, saya menganggap dia seperti tukang pukul mafia," begitu penilaian eks striker internasional Inggris, Ian Wright, tentang Keane."Saya yakin tak ada pemain yang cukup bodoh buat menantang dia di dressing room Sunderland. Tidak di manapun dia berada," sambung penyerang legendaris Arsenal itu kepada The Sun.Jadi, jelas menarik untuk menunggu apa yang akan terjadi ketika Keane bertemu suporter lamanya, para sahabat lamanya, serta figur yang telah ikut membesarkan dirinya, Sir Alex.Dengan nanti sama-sama berstelan jas, mungkinkah Keane beradu debat dengan Fergie di pinggir lapangan, atau menyerang dia lewat media massa, seperti sering terjadi di kalangan manajer? Keane jelas butuh momentum untuk mengembalikan performa Sunderland dan sentuhan tangannya. Dia pasti tahu jalan pikiran Fergie dalam meramu sebuah taktik. Tapi, cukup pintarkah dia untuk menghadangnya? (a2s/krs)











































