Enzo Maresca yang didepak dari kursi manajer Chelsea memunculkan pertanyaan baru. Apa para petinggi klub begitu campur tangan sampai urusan formasi pemain?
Enzo Maresca dan Chelsea berpisah di akhir tahun 2025. Selama 18 bulan, Maresca mampu persembahkan titel UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025.
Pria berusia 45 tahun itu turut mampu memoles potensi para pemain muda. Hasil akhir yang buruk belakangan dengan dua kali menang di sembilan laga, akhirnya tak mampu menyelamatkan Maresca dari pekerjaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UEFA Conference League, trofi yang menamatkan Chelsea di kompetisi antarklub Eropa (Foto: PA Images via Getty Images/Rafal Oleksiewicz - PA Images) |
Campur tangan petinggi klub
Dirangkum dari media-media Inggris, Enzo Maresca tidak nyaman saat bekerja. Sebabnya, para petinggi klub diyakini banyak ikut campur!
Dalam beberapa waktu terakhir, Maresca tersirat menyinggung hal tersebut. Ketika Chelsea menang atas Everton 2-0 pada pertengahan Desember di Stamford Bridge, Maresca bilang dirinya hadapi 48 jam terburuk dalam hidupnya.
"Sejak saya bergabung dengan klub ini, 48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tidak mendukung kami dan tim ini," jelasnya kepada BBC.
Siapa orang-orang yang disebut tidak mendukung?
"Secara umum semua orang," jawab Maresca.
Enzo Maresca dikabarkan beberapa kali langsung didatangi para petinggi klub. Termasuk Todd Boehly dan Behdad Eghbali.
Mereka mempertanyakan pada Maresca soal formasi dan susunan pemain. Para pemain muda yang jarang diberi waktu main turut dipertanyakan.
Todd Boehly dan Behdad Eghbali (Foto: Getty Images/Crystal Pix/MB Media) |
ESPN melansir, Chelsea di era Boehly memprioritaskan membeli para pemain muda demi bisa berinvestasi dan menjualnya di masa depan. Celakanya, itu tanpa persetujuan manajer!
Graham Potter dan Mauricio Pochettino sudah merasakannya sebelum Enzo Maresca. Malah, pembelian Alejandro Garnacho diketahui bukan permintaan Maresca!
Enzo Maresca diyakini tidak punya kebebasan sebagai seorang manajer. Taktik dan formasinya kerap dipertanyakan, kemauannya membeli beberapa pemain yang diminta tidak dikabulkan.
20 Tahun di era kepemilikan Roman Abramovich, para manajer Chelsea bisa meminta siapa calon-calon pemain yang mau dibeli. Jose Mourinho misalnya, ketika mau rekrut Didier Drogba sempat dipertanyakan tapi kemudian sang pemain jadi legenda.
"Ketika itu ada banyak nama penyerang top. Saya bilang ke Abramovich, 'saya mau Drogba'. Dia membalas, 'Drogba, siapa'. Saya bilang, 'Mr Abramovich, diam saja dan beli lah," ungkapnya.
Baca juga: Reaksi Skuad Chelsea Ditinggal Enzo Maresca |













































