Grant Butuh Menjadi Spesial

Grant Butuh Menjadi Spesial

- Sepakbola
Senin, 24 Sep 2007 08:25 WIB
Grant Butuh Menjadi Spesial
Jakarta - Tak ada pelatih yang bisa dinilai hanya dari satu pertandingan. Tapi melihat laga Chelsea vs MU, Avram Grant jelas butuh sesuatu yang spesial untuk menggantikan the special one.Grant menjalani kemungkinan terburuk yang bisa dia alami di laga perdananya menukangi Chelsea. Sudahpun menyerah 0-2 dari musuh bebuyutan (selama era Jose Mourinho), Chelsea juga harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah pada John Obi Mikel.Penampilan John Terry dkk di Old Trafford, Minggu (23/9/2007), juga tak bisa dibilang baik, bahkan sebelum kartu merah keluar dari kantong wasit. Chelsea yang musim ini sangat minim mencetak gol belum mengubah kebiasaannya dalam laga semalam.Empat shoot mereka lepaskan ke gawang Edwin van der Sar dan hanya satu yang mengarah ke sasaran. Ini jelas bukan gambaran keinginan Roman Abramovich yang sempat mengeluhkan permainan Chelsea tidak atraktif saat Mourinho masih menjabat di Stamford Bridge.Diakui Florent Malouda, yang baru dua bulan berada di Chelsea, metode melatih Grant berbeda jauh dengan yang diterapkan Mourinho. "Atmosfer yang lebih serius, lebih mementingkan kekuatan fisik, dan dia juga meminta kami lebih banyak melepaskan tembakan dari jarak jauh," cerita Malouda.Akan makin menyulitkan Chelsea adalah isu soal sertifikat melatih Grant yang tidak sesuai standar UEFA. Kalau itu benar, maka karir Grant di kursi kepelatihan The Blues dipastikan tidak akan lama.Beberapa pekan ke depan akan menjawab apakah Grant merupakan pilihan tepat untuk menggantikan Mourinho. Atau lebih tepatnya, apakah keputusan Abramovich melepaskan Mourinho adalah sesuatu yang bijak.Sekali lagi, masih terlalu dini untuk menilai hasil kerja Grant terhadap John Terry cs. Tapi kalau dalam laga semalam pelatih yang sempat membesut timnas Israel itu seperti tidak memberikan apa-apa pada skuad Chelsea, arah yang dituju "Si Biru" mungkin sudah bisa ditebak.Jangan salahkan banyak orang yang kini memandang pesimis masa depan Chelsea pasca Mourinho. Kepergian orang Portugal itu mungkin menjadi akhir dari sebuah era terbaik yang pernah dimiliki Chelsea dalam 50 tahun terakhir. (din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads