Arsenal, Bukan Hasil Kerja Semalam

Arsenal, Bukan Hasil Kerja Semalam

- Sepakbola
Rabu, 26 Sep 2007 11:16 WIB
Arsenal, Bukan Hasil Kerja Semalam
Jakarta - Arsenal kini jadi klub terkaya di Inggris. Mereka melewati hegemoni klub-klub yang tradisinya lebih kuat seperti MU dan Liverpool. Buah dari proses bertahun-tahun.Pengumuman Arsenal bahwa mereka memperoleh pemasukan lebih dari 200 juta poundsterling dan keuntungan 51,2 juta pounds memang cukup mengejutkan. Tapi sudah seharusnya fakta itu tidak dilihat sebagai sebuah upaya yang selesai dalam semalam.Arsenal adalah klub dengan tradisi yang kuat. Mereka tidak dibangun dengan gelontoran uang nyaris tak terbatas dari seorang konglomerat dari Eropa timur. Mereka tidak pernah jor-joran dalam membeli pemain bintang. The Gunners lebih suka membeli pemain muda berharga murah. Di saat yang sama mereka menjual bintangnya dengan harga mahal. Berhemat sekaligus berinvestasi.Arsene Wenger berperan amat besar dalam kesuksesan Arsenal. Manajer yang datang ke London pada tahun 1996 inilah yang merevolusi Arsenal di dalam lapangan. Gaya permainannya atraktif. Ia juga suka memakai pemain-pemain muda, klop dengan kebijakan irit klub.Saat The North Londoners memutuskan membangun stadion baru, kebijakan pengiritan makin menjadi. Stadion di kawasan Ashburton Grove itu menyedot kas Arsenal hingga 430 juta pounds.Banyak fans mulai jengah. Skuad Wenger benar-benar kedodoran dibanding rival-rivalnya. Di saat para kompetitor membeli pemain berharga jutaan pounds, Arsenal sepertinya sudah cukup bahagia membeli pemuda tak terkenal dari negeri di pelosok Afrika.Tapi kalangan yang dulu kesal dengan politik transfer Arsenal bolehlah kini menjilat ludahnya. Stadion bernama Emirates Stadium berubah menjadi profit center The Gunners. Kapasitasnya yang mencapai 60.000 kursi atau dua kali lipat Highbury membuat income dari tiket mengalir deras.Dari dalam lapangan, prestasi para pemain muda itu tidak mengecewakan. Wenger mengantar skuadnya tiga kali juara Premiership, empat kali jawara Piala FA dan satu kali runner-up Liga Champion Eropa.Dalam tiga tahun terakhir, Arsenal memang gagal jadi juara Liga Inggris. Chelsea dengan kekuatan uangnya dua kali menjadi jawara. Lantas tahun lalu, giliran MU yang juara. Terlalu dini bila dikatakan kesabaran Arsenal dalam mendidik pemain muda telah menuai hasil. Tapi setidaknya, musim ini diawali dengan sangat baik. Para pemain yang awalnya masih hijau itu mulai matang. Cesc Fabregas dkk menduduki puncak klasemen sementara Premiership. 16 poin dari enam gim, mencetak 15 gol dan hanya kemasukan enam.Terakhir, masih dengan bekal young guns, Arsenal maju ke babak IV Piala Carling. Dengan menurunkan pemain lapis kedua mereka membungkam perlawanan full team Newcastle United 2-0 di babak III, Rabu (26/9/2007) dinihari WIB.Sebuah perjalanan menuju kesuksesan lain tampaknya sedang dirintis The Young Gunners. (a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads