The Big Four Sejauh ini
Senin, 29 Okt 2007 09:39 WIB
Jakarta - Arsenal masih memperlihatkan potensinya sebagai kandidat terkuat juara musim ini, tapi Manchester United juga makin beringas. Chelsea back on track, tapi Liverpool tidak.Arsenal hingga kini belum terkalahkan dan telah memenangi delapan dari 10 pertandingannya. Hasil terakhir melawan Liverpool tadi malam, Minggu (28/10/2007), justru menunjukkan seperti apa kualitas The Gunners saat ini.Melakoni lawan terberatnya sejauh ini, skuad Arsene Wenger tampil percaya diri di Anfield. Hanya kebobolan dari set piece bola mati, mereka menyuguhkan permainan atraktif. Gol balasan Cesc Fabregas pun lahir lewat proses kreatif yang cantik.Bahwa Liverpool pun memiliki banyak peluang, Arsenal punya kans untuk menang kalau saja dua serangan mereka tidak terhadang tiang gawang. Paling tidak, dari penguasaan bola mereka lebih unggul dari tuan rumah.Satu poin memang menjadikan jaraknya dengan MU merapat. Arsenal kini hanya unggul sisa pertandingan dan menang selisih gol. Tapi jika performanya tetap terjaga, barangkali MU yang harus lebih giat mencari peningkatan.Sejujurnya MU sedang melakukan itu, dan caranya hebat sekali. Dengan 11 kemenangan -- walau diselingi satu kekalahan dari Coventry City yang membuatnya terlempar dari kompetisi Piala Carling --, reputasi "Setan Merah" kian menakutkan, lebih-lebih dengan statistik mencetak empat gol per game dalam empat laga terakhirnya.Tidak terlalu sulit untuk mengambil kesimpulan awal bahwa saat ini kandidat utama penguasa Premier League adalah Arsenal dan MU. Mana yang lebih cenderung akan bisa diintip minggu depan, ketika kedua tim bertemu di Emirates Stadium.Sementara itu Chelsea perlahan tapi pasti merayap lagi ke posisi empat besar. Kepergian Jose Mourinho mau tak mau harus dilupakan. Didier Drogba pun tetap profesional yang hebat. Ia boleh menangisi perpisahannya dengan Mourinho, berhak pula mengatakan ingin pergi dari Stamford Bridge. Tapi selama ia masih berseragam The Blues, ia tetap saja menunaikan tugasnya dengan optimal. Gol demi gol masih mengalir dari kaki dan kepalanya.Yang lebih penting ketimbang Drogba, Chelsea telah menemukan jalur kembali ke persaingan papan atas. Menang enam kali dari tujuh pertandingan terakhir sejak digebuk MU pada 23 September lalu adalah bukti bahwa Avram Grant tidak sejelek perkiraan banyak orang.Secara kualitas permainan Chelsea barangkali belum seatraktif dulu. Tapi bagi tim elit yang sedang bangkit, kemenangan lebih utama. Dan jika kemenangan itu berjumlah 6-0 atas Manchester City, maka mereka bukan lagi sekadar menggeliat, tapi sudah mulai beranjak dari "tempat tidurnya".Di antara The Big Four, yang masih "mengantuk" tentu saja Liverpool. Mereka boleh saja belum terkalahkan di Liga Inggris, tapi jumlah kemenangannya pun sama dengan frekuensi mereka meraih hasil seri. Ini tidak mengesankan, seperti halnya penampilan Steven Gerrard dkk di Liga Champions, di mana saat ini mereka baru memetik satu angka dari tiga partai.Inkonsisten, jika kata itu melulu yang disodorkan untuk menunjuk pada 'penyakit' Liverpool, bisa-bisa para Liverpudlians akan berseloroh "capek deehh..."Bahkan Manchester City pun masih lebih baik ketimbang mereka. Ukurannya gampang saja: peringkat tiga adanya tiga anak tangga atas posisi nomor enam. Hanya "sayangnya", penampilan City sebagai "menu baru" Premiership musim ini, dengan sensasi Thaksin Sinawatra, Sven Goran Eriksson, sampai Elano Blummer, sedikit tercoreng gara-gara kalah sedemikian mencolok dari Chelsea kemarin.Foto: Chelsea back on track usai menang telak 6-0 atas Manchester City. (AFP/Carl de Souza) (a2s/ian)











































